agen bola,betting-East Asia Summit, DR Mahathir Mohamad; APEC – Honolulu, dan TPP Obama















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

?


 


13212446691826803445


Dr. Mahathir Mohamad — Pemimpin ASEAN (Malaysia), yang jelas Konsepnya dalam Krisis Moneter Asia 1997-98 menentang IMF dan Amerika Serikat; jelas pula konsepnya tentang Gagasan APEC, di-counter dengan East Asia Summit (Asean).


 


Presiden RI Susilo hadir di Pertemuan Ceo APEC- Honolulu — pemikirannya telah dikemukakan (berita TVRI), beliau mengemukakan pengalaman mengatasi krisis, isu ekstremisme, ancaman korupsi dan perubahan iklim.


?


Justru yang menarik adalah gagasan Amerika Serikat yang diusung oleh Presiden Obama — Trans-Pacific Partnership (TPP), yang dikritik sebagai usaha AS memecah-belah APEC. Lho ?


 


 


AS sebagai Tuan Rumah menciptakan agenda baru lagi — Mereka menargetkan kesepakatan baru pada tahun 2012mereka itu terdiri 9 Negara, yakni : AS, Australia, Selandia Baru, Vietnam, Malaysia, Singapura, Brunei, Cile dan Peru.Indonesia tidak potensialkah ?


 


 


Teringat tokoh Asean, ?berkaliber Negarawan yang berhasil meletakkan kemajuan Ekonomi dan Sosial di Malaysia. Ketika APEC pada tahun 1989 didirikan .adalah Perdana Menteri Malaysia waktu itu Dr. Mahathir Mohamad yang tidak menyambut hangat — ia tampil dengan gagasan lain.Forum yang menghimpun Negara-negara Asia Timur.Tahun 1990-an gagasan itu masuk dalam Lingkaran Asean. Yakni East AsiaSummit (EAS).


?


 


Apakah demikian tajam Visi Mahathir Mohamad — ia telah melihat Abad XXI adalah abad Asia, Begitu pula antara lain, yang dikatakan oleh PresidenRI dalam pidatonya di Honolulu, kemarin (TVRI 13/11). Ini adalah Abad Asia, Asia Timur adalah kekuatan ekonomi yang kini kepada siapa Dunia bersandar untuk mengatasi ancaman ResesiGlobal.


 


 


Obama melakukan pertemuan dengan Presiden Cina Hu Jintao, di Honolulu — dalam pidatonya pun, Presiden Obama mengkritik Kebijakan Cina — agar Cina melepaskan kendalinya atas sistem kurs Yuan.Bahkan kemarin sebelum pembukaan Pertemuan APEC, Menteri Keuangan AS Timothy Geithner pun menyerukan hal yang sama.


?


 


Namun Cina tetap menolak liberalisasi kurs Yuan. Itu baru namanya Pemimpin Kelas Dunia.Lantas apa untungnya bagi Indonesia menghadapi situasi Perang Dagang dan FinansialAS dengan Cina ini ?Apa yang bisa dipetik ?


?


 


Menurut Harian Kompas ( 14/11), “Obama yang berbicara setelah Hu Jintao, menyatakan kefrustrasian AS atas perilaku perdagangan China yang dinilai tidak adil, termasuk nilai mata uang China yang sengaja dibiarkan rendah….”. Namanya juga dagang, dan menegakkan hegemoni, begitulah!


?


 


Pahit memang bagi Amerika Serikat pada saat ini (Enggak tahu bagaimana rasanya bagi para Pemimpin Indonesia bersikap, atas keprihatinan perekonomian global ini).


 


Obama dan Hu Jintao membawakan peran mereka sebagai Pemimpin Super Power — lantas apa yang bisa dipetik Indonesia dari Forum itu ?Tidak bisa apa-apa.Indonesia adalah Negara yang kini perekonomiannya pun sangat tergantung atas kestabilan dan pertumbuhan perekonomian Cina — sebagaimana Negara lain di dunia, termasuk AS dan Eropa zona Euro.


?


 


Tetapi — Indonesia bisa menyontoh apa yang dilakukan Cina sejak Reformasi 1978 oleh Deng Xiaopeng.Perkuat ekonomi dalam negeri, persiapkan syarat yang menguntungkan untuk investor datang berinvestasi, dan Berantas Budaya Korupsi dengan keras dan tegas.


?


 


Tembak Mati para Koruptor — jangan neko-neko dalam penegakan hukum.Sampai sekarang ‘kanIndonesia tidak kondusif bagi para Investor.Mau apa ?


 


[MWA] (EkonomiNet – 33)


*)Ilustrasi ex Wikipedia.


?


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Durian Termahal di Dunia (Kegemaran Si Raja Judi, Stanley Ho) Dijual di Surabaya















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

 


13338555371060570926


Stanley Ho (Sumber: Wikipedia)


 


Pada April 2010 lalu, kita sempat dibuat geleng-geleng kepala ketika membaca berita bahwa salah satu orang terkaya di Asia, Stanley Ho (Ho Hung-Sun), si Raja Judi yang berbasis di Macau dan Hongkong itu khusus mengirim pesawat jet pribadinya ke Singapura hanya demi memborong 88 buah durian Mao Shan King kegemarannya. Durian asal Malaysia itu dia beli di Toko 818 Durian Stall di Telok Kurau Road, Singapura, dengan harga total US$ 2.065, atau sekitar Rp 18 juta (kurs pada waktu itu). Atau sekitar Rp. 205.000/buah.


 


Tentu saja uang sejumlah demikian hanyalah merupakan uang receh baginya. Biaya transportasi oergi-ulang pesawat pesawat jet pribadi yang dikirim dari Hongkong atau Macau itu pasti jauh lebih mahal lagi daripada harga total durian yang dia beli itu.


 


Kenapa yang dia beli itu mesti jumlahnya 88 buah? Kemungkinan ini masih ada hubungan kepercayaannya dengan angka feng-shui.


 


Apakah harga duriannya memang semahal itu? Ataukah karena faktor Stanley Ho yang beli, maka harganya bisa “melewati langit” itu?


 


Yang pasti sepengetahuan saya, dengan harga mencapai Rp. 205.000/buah ditambah dengan biaya terbang pesawat jet pribadinya itu pergi-pulang Hongkong/Macau – Singapura itu, membuat durian Mao Shan King ini adalah durian termahal di dunia sampai saat ini.


 


Berita selengkapnya dapat Anda baca di sini.


 


Tak disangka-sangka, saya belum lama ini menemukan durian kegemaran Si Raja Judi itu, Durian Mao Shan King, tidak jauh dari kediaman saya di Surabaya. Di sebuah toko buah terbesar di Surabaya, di sebuah kawasan elit kota Surabaya, durian termahal di dunia itu dijual.


 


Mau tahu harganya? Durian asal Malaysia itu dijual dengan harga Rp 465.000/pak! Per pak beratnya sekitar ? kg. Hebatnya lagi, ternyata ada yang mempunyai “nyali” untuk membelinya. Mungkin karena terpengaruh juga kliping berita tentang Stanley Ho membeli durian dengan pesawat jet pribadinya itu yang ditempel di dekat durian-durian itu diletakkan.


 


1333855918951804248


Durian termahal di dunia itu, Mao Shan King, ternyata bisa dibeli di Surabaya (Foto: Koleksi Pribadi)


 


1333856036386279951


(Foto: Koleksi pribadi)


 


1333856110569642872


(Foto: Koleksi pribadi)


 


Bagaimana rasanya? Karena saya tidak berani membelinya, maka saya tidak tahu. Tetapi apakah sudah pasti rasanya jauh lebih enak daripada durian asal Indonesia yang harganya 1/10 lebih murah? Belum tentu. Apalagi jika dibandingkan dengan durian di kota asal saya, Fakfak, Papua Barat.


 


Untuk diketahui kota Fakfak, selain terkenal dengan buah palanya, sehingga mendapat julukan “Kota Pala”, Fakfak juga terkenal dengan buah duriannya yang lezat-lezat. Karena jumlah yang dipanen sering melebihi kebutuhan kota Fakfak, maka harganya jauh lebih murah daripada harga durian di Pulau Jawa. Tetapi soal rasanya, pada umumnya lebih enak daripada durian-durian lokal di Jawa. Karena biasanya di Fakfak, para petaninya betul-betul menunggu duriannya jatuh sendiri dari pohonnya baru dijual. Tidak seperti kebanyakan di Jawa, yang biasanya panennya tidak menunggu sampai jatuh sendiri dari pohonnya, tetapi dipetik. Maka rasanya biasanya tidak seenak durian Fakfak. Sekarang, seringkali buah durian asal Fakfak dikirim ke kota-kota lain di Papua. Bahkan keluar Papua.


 


1333856171334596069


Sejumlah buah durian di pasar Fakfak (Sumber: blog.ac.id)


 


Seandainya Stanley Ho pernah merasakan enaknya durian Fakfak, mungkin dia akan mengirim juga pesawat jet pribadinya ke Fakfak untuk memborong duriannya. Kalau Si Raja Judi ini lebih memahami seni mengkonsumsi durian yang sesungguhnya, yakni sedapat mungkin langsung dimakan setelah jatuh dari pohonnya (tidak sampai lewat sehari), tentu dia akan khusus ke Fakfak khusus untuk makan durian yang baru jatuh di Fakfak. ***






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Durian Otak dan Nasi Katok di Pesta Buah-buahan Kebangsaan: Catatan Muhibah ke Brunei (6)















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

 


132988129558320770


Pasar Buah-buahan


 


Pagi itu, langit kota Bandar Seri Begawan tampak begitu cerah ketika bus berwarna ungu Circle line nomer 01 yang membawa saya dari Gadong berlabuh di Terminal Bas di kawasan Jalan Catur. Seperti biasa, pusat Bandar ini pun selalu saja dalam keadaan lengang. Tidak terlalu banyak orang yang berjalan kaki ketika saya berbelok ke Jalan Sultan menuju kawasan Sungai Brunei.


1329881912964053433


Bendera Brunei di atas Tenda


 


Dari kejauhan, sudah terlihat deretan tenda-tenda berwarna putih yang ada di waterfront Bandar Seri Begawan.Sementara puluhan benderakebangsaan Brunei Darussalam yang berwarna kuning putih hitam dan merah berkibar dengan gagahnya di sela-sela deretan tenda tadi. Wah tumben ada semacam keramaian di pusat Bandar di tepi sungai, fikir saya dalam hati.


13298820081602384834


Waterfront BSB


 


Sehabismenyebrang jalan baru terlihat jelas sebuah baleho berdasarkan kain putih yang bertuliskan judul acara yang digelar di Bulan Februari ini. “Pesta Buah-buahan Kebangasaan 2012”, demikianlah tajuk yang tertera di billboard tadi. Di bawahnya terlutils juga“Anjuran Kementrian Hal Ehwal Dalam Negri , Dikendalikan oleh MajelisPeundingan MukimPengkalan Batu, dengan Kerjasama Jabatan Daerah Brunei dan Muara dan Jabatan Bandaran Bandar Seri Begawan”Mukim sendiri bisa disamakan dengan semacam Kecamatan atau mungkin juga Kelurahan .


132988210886609464


Durian Otak


 


Semakin mendekat saya dapat melihat kumpulan penjual berbagai jenis buah-buahan baik yang dikenal maupun yang khas ada di Brunei. Salah satu yang menarik adalah buah durian yangbuahnya tidak terlalu besar namun dagingnya kelihatan sangat kuning menyala, bahkan ada yang dagingnya sampai kemerahan. Salah satunya adalah durian otak yang ketika saya tanya harganya 25 Ringgit untuk empat buah. Wah cukup mahal untuk ukuran Indonesia, tetapi murah untuk standar Brunei.


1329882177234413704


Durian


 


Selain itu, masih banyak lagi buah-buahan yang sebagian besar saya tidak ketahui namanya.Di salah satu gerai, saya tertarik membeli beberapa ikat rambutan yang tampak sangat merah dan ranum. Ketika saya tanya harganya hanya satu ringgit. Maka setelah membayar saya pun langsung menikmati rambutan sambil ikut duduk di kursi plastiik di samping penjualnya.


Darimana nih rambutan?” Tanya saya kepada si penjual , seorang lelaki berumur 50 tahunan.


“Temburong”, jawabnya sambil tersenyum ramah. “Tadi pagi masih banyak bahkan ada rambutan yang tidak pakai biji”, tambahnya lagi. Temburong sendiri merupakan dalah satu daerah di Brunei yang bisa disamakan dengan propinsi. Secara Geografis Temburong merupkan kawasan yang masih terdiri dari kampung dan hutan, dan uniknya hanya dapat dicapai melalui sungai dari dermaga persis di waterfront ini.


Dengan perahu motor kita bisa ke Temburong dalam waktu 45 minit”, demikan tambah sang penjual. Uniknya kalau melaui jalan darat untuk mencapai Temburong, kita harus membawa paspor karena harus melewati daerah Sarawakyang termasuk Malaysia.


Sambil menikmati rambutan saya terus bercakap-cakap sampai akhirnya datang lagi seorang pemuda yang ternyata pekerja dari Indonesia yang baru tiga bulan bekerja di Temburoong. Sebuat saja “Asep” yang berasal dari daerah Cianjur di Jawa Barat. Percakapan sambail makan rambutan bertambah seru karena dengan Asep saya dapat bercakap-cakap dengan bahasa Indonesia campur sundasementara dengansang penjual saya harus menyesuaikan diri dengan Bahasa Brunei.


Tidak lama kemudian, dua buah bus besar berisi rombongan turis manca negara yang kelihatannya dari Eropah berhenti di tepi jalan. Dalam sekejap, puluhan gerai di sekitar kami sudah ramai dikerumuni rombongna turis yang tidak henti-hentinya membuat gambit buah-buah tropis yang eksotis. Tidak ketinggalan rambutan kami.


Sepasang suami istri saya tawarkan rambutan saya, dan dia menolak karena bilang tidak ada uang. Saya bilang mereka boleh mencicipi rambutan saya dengan gratis. Akhirnya suami istri itu pun ikut makan rambutan saya. Ternyata mereka berasal dari Jerman dan mengunjungi Brunei bersama rombongan kapal pesiar. Mereka hanya mampir sebentar di Brunei danbetul tidak punya uang “Ringgit Brunei”.


Lucunya ketika mereka pergi saya sempatkan memberikan seikat rambutan yang saya punya dalam plastik berwarna hitam dan kemudian mereka pun memberikan saya selembar uang lima Euro.


132988235055711861


Nasi Katok


 


Wah lumayan juga rambutan yag saya belisatu ringgit tiga ikat bisa dijual satu ikat seharga lima euro . Benar-benar pengalaman berjualan buah yang berkesan di Brunei. Dan setelah itu saya pun mampir ke sebuah gerai yang menjual nasi katok seharga satu ringgit saja.? Nasi Katok ini adalah kuliner berupa? nasi campur ayam yang khas Brunei.




Tags: freez, nasi katok, pesta buah-buhan kebangsaan, durian otak, brunei







starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Dunia Karier : Baca Dulu, Jika Ingin ‘Melepaskan’ Pekerjaan Kita















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

By Christie Damayanti


1337159647845282078


orangmudakatolik.net


 


Karena aku sudah bekerja selama 20 tahun sebagai arsitek, aku mungkin bisa sedikit share tentang karier sebagai pekerja di metropolitan ini. Bukan aku tidak mau berwiraswasta, tetapi lebih kepada bahwa aku ternyata tidak berbakat bisnis. Mengapa? Karena, sangat jujur aku katakan, bahwa bisnis memang kejam. Secara aku dari dulu, bekerja sebagai arsitek di perusahaan2 besar dan suamiku (dulu ) sebelum bercerai, adalah pebisnis handal. Kami pernah membuka perusahaan konsultan dan kontraktor design arsitektur, dan aku merasakan aroma bisnis yang kental, yang membuat aku benar2 berpaling dan memfokuskan diriku sebagai pekerja saja ……


20 tahun bekerja? Ternyata sudah cukup lama, sehingga beberapa bekas mahasiswaku atau bekas anak2 buahku, ‘mengangkat’ku segabai ‘penasehat’ mereka ( lihat tulisanku ‘Fashionable’ Tidak Tergantung Umur dan Keterbatasan Seseorang ). Dan sempat beberaa saat, aku merenungi hidupku, terutama terfokus dengan pekerjaanku. Bahwa, karier seseorang akan bisa cemerlang, ketika dalam kita berproses, mengikuti alur2 yang telah menjadi ‘pakem’ bagi pekerja2 yang memang ingin berkarier.


Jika kita sering berpindah dari perusahaan2 yang 1 ke perusahaan yang lain kita sudah tahu, bahwa ‘kutu loncat’ seperti itu akan menjadikan persahaan yang selanjutnya agak ‘takut’ untuk menerimannya, karna kita hanya 1 tahun indah perusahaan. Lain lagi jika kita sudah diatas 5 tahun, yang kata banyak orang, bahwa 5 tahun adalah batas seseorang bisa ‘meninggalkan’ sebuah perusahaan dengan nyaman …..


Tetapi jika kita sudah bekerja diatas 5 tahun, justru untukku merupakan pekerja yang loyal dengan ssebuah pekerjaan, juga loyal dengan perusahaan itu. Biasanya, justru bagi persuahaan akan lebih memperhatikan pekerja itu, sebagai ‘aset’ yang bisa dianggap sebagai ‘kepercayaan’ untuk ( mungkin ) membuat implementasi dan pengembangan2 usaha baru.


Sedikit share, bagaimana kita sebagai seorang pekerja membuat peta rencana atau ‘plan’ pekerjaan kita :


Karier awal tahun ke-1


Pertama, kita harus berenalan dengan ssesama pekerja, dari divisi sendiri, sampai dengan divisi2 dan departemen2 yang masih berhubungan pun yang tidak berhubungan. Gunanya, adalah untuk b e r k e n a l a n, yang artinya bisa juga untuk m e m b a n g u n ??n e t w o r k i n g. Karena dimanapun, membangun networking harus dilakukan dimanapun kita berada.


Setelah sekitar 2 minggu perkenalan, kita berusaha untuk mencari ‘passion’ atau gairah kerja. Karena jika kita hanya langsung bekerja tanpa mengenal lingkungan kerja kita, kita akan ‘tersingkir’, apalagi politik kantor bisa menghambat bagi karier kita, jika kita tidak pandai2 membuat strategi dalam bekerja.


Tetapi, jika kita di perusahaan baru itu, merupakan pindahan kesekian ( jadi bukan frash graduate ), apakah kita mau ‘berbagi’ dengan teman2 baru kita? Yang jelas, dengan pengalamanku, ternyata banyak orang2 yang baru pindah, tetapi tidak mau untuk berbagi, karena mungkin orang itu hanya memikirkan diri sendiri saja …..


Itu sih terserah saja. Mungkin dia hanya ingin boos tahu bahwa dia adalah orang ‘pintar’ dan hanya dia yang bisa bekerja, tetpi jangan salah juga, jika kita tidak mau berbagi, orang2 lama di perusahaan itu justru akan ‘memboikot’ orang baru ini untuk berkarier ….. jadi, mengapa tidak mau berbagi, toh kita semua hanya pekerja, justru berbagi akan memberikan kita sebagai ‘orang baru’ pamornya naik, karena pengalaman2 kita di kantor yang lama bisa di pelajari sebagai tempat pembelajaran. Tetapi juga, jangan lupa, jangan pernah membicarakan keburukan2 perusahaan lama ya, karena jika ketahun, kita akan di cap ‘penghianat’ dan di ‘blacklist’ jika pindah ke perusahaan lain …..


Tahun pertama di perusahaan yang baru, karena kita belum mengenal ‘medan’ sedikit banyak kita akan terbebas untuk lembur, kecuali kita yang menerjunkan diri, seperti pekerja lapngan untukku …..


Karier tahun ke-3


Begitu menginjak tahunke-3, pasti kita sudah merasakan, “Inikah awal karier?”. Sangat wajar, etika tahun ke-3 kita tidak merasakan permasalahan yang berat, sehingga kita bisa bekerja dengan baik dan selalu mencetak deadline2 yang memuaskan. Jika kita merasakan bahwa itu memang awal sebuah karier, mulailah untuk membangun tim yang solid. Pun jika kita bukan level yang tinggi, kita tetap bisa membangun tim yang solid. Antara teman2 kita serta boss kita, akan menjadi tim untuk deadline2 berikutnya.


Juga, mulailah bekerja untuk ‘mencintai pekerjaan kita’, BUKAN sekedar untuk gaji yang tinggi. Karena, di awal2 dalam membuat tim, atasan kita akan melihat, apakah kita bisa bekerja dengan loyal atau apakah kita bekerja semata2 hanya untuk mencari gaji yanng tinggi? Tidak salah sih, tetapi kita tetap harus bekerja dengan ‘hati’ …..


Deadline2 dan tugas2 baru, mulai menumpuk di tahun ke-3, karena kkia sudah mulai ‘dikenal’ sebagai pekerja yang mumpuni. Apalagi jika boss sudah ‘melihat’ pekerjaan kita, kita akan dijejali banyak pekerjaan. Dan jika kita bijaksana, kita harus bisa membatasi ‘jobdesk’ kita, karena di tahun ke-3 ini, kta akan tidak bisa membendung pekerjaan kita JIKA ‘jobdesk’ kita terus semakin berkembang …..


Karier tahun ke-5


“This is my passion”, pasti adalah curahan hati kita! Tahun ke-5, adalah titik ‘kulminasi’ kita mau terus bekerja di perusahaan ini, atau pindah ke perusahaan yang lain. Dan berbalikan dengan, “I am Boring!”. Benar! Aku pernah berpindah dalam 4 perusahaan. Dan masing2 aku merasa bosan di ahkir tahun ke-5. Aoa yang aku cari? Atau apa yang aku inginkan? Hanya bosan saja, kecuali di perusahaan terakhir ini, aku sudah bekerja menuju tahun ke-7. Bagaimana yang lain? Semua bergantung dengan masing2 dari kita …..


Tahun ke-5, semua sudah ‘mengenal’ kita. Dari Boss kita sampai ob, kita sudah mengenalnya, dari yang baik2 saja, sampai yang buruk2nya ….. Kita dan perusahaan sudah mempunyai ‘chemestry’ yang bisa membuat kita merasa di dalam sebuah ‘keluarga’ besar, sebagai komunitas bekerja …..


Promosi2 mulai untuk bisa disimak dengan lebih baik. Tujuannya, adalah kita bekerja sebagi pekerja yang loyal, handal dan berdedikasi. Gaji kitapun naik dengan pesat. Jadi, apakah kita bisa ‘meninggalkan’ perusahaan ini? Berbeda jika kita bekerja dengan lesu dan tanpa adanya gairah dalam bekerja. Pikirkan baik2 …..


Karier tahun ke-7


Apakah kita akan menggantikan posisi si empunya perusahaan? Tidak! Di tahun ke-7 dan seterusnya,kita sudah saatnya bekerja benar2 BUKAN untuk uang, tetapi untuk kemajuan perusahaan serta pengembangan dan perluasan usaha. Bukan hanya itu, kita mulai menciptakan moment2 apik bagi kandidat2 karyawan kecil untuk ‘membina’ keluarga mereka. Misalnya, beasiswa bagi anak2 mereka, bekerja sama dengan lembaga2 pendidikan, atau mencarikan peuang usaha bagi keluarga karyawan2 kecil, misalnya memberi tempat bagi istri mereka unttuk membuka kantin karyawan, dan sebagainya.


Gagasan2 kita, sebagai pekerja yangn sudah lama pasti akan memberikan masukan bagi perusahaan, dan kita sebagai pekerja yang ‘menciptakan’ ide itu, akan menjadi inspirator, sehingga lambat laun, kita ( yang masih sebagai pekerja ) tidak menutup kemungkinan, akan ‘diambil’ oleh si empunya perusahaan untuk membagi ’share’ dalam ide2 tersebut …… menarik bukan?


Di tahun ke-7 ini, banyak orang mengatakan, “Tantangan sudah habis”. Tetapi, untukku, justru kita bisa memulai sebagai ‘penyalur’ berkat bagi banyak orang. Karena, untuk memuliakan nama Tuhan, bukan hannya sebagai pemuka2 agama saja, tetapi dengan bekerja, kita bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Tidak usah muluk2, setidaknya kita bisa menyalurkan berkat bagi lingkungan di sekeliling kita saja …..


Sekarang, apa yang harus dan ingin diraih? Padahal kita sudah memiliki semuanya.


Jadi, jadilah apa yang Tuhan inginkan, sebagai seorang pekerja yang berdedikasi dan seorang manusia yang bermoral demi kemuliaan nama Tuhan ….


Salamku …..




Profil | Tulisan Lainnya






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Duh, Asing Masih Dijadikan Primadona Bank















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

BI terkesan ragu-ragu- kalau tidak bisa dikatakan mencla-mencle- tentang pembatasan kepemilikan asing di perbankan nasional. Dua hari yang lalu tersiar berita di Kompas.com (10/8/2011) dengan tajuk “BI Hentikan Proses Akuisisi Bank”. Berita tersebut menyitir informasi dari BI tentang pengembalian proposal dari investor berasal dari Malaysia. “BI sedang membedah dua proposal akuisisi, yakni Bank Ina Perdana oleh Affin Holding dan Bank Mestika Dharma oleh RHB Capital. Keduanya berasal dari Malaysia”. Takut disalahartikan bahwa BI akan melarang asing, hari ini Gubernur BI menegaskan bahwa tidak ada pembatasan akuisisi bank oleh investor asing. Kompas.com pun menurunkan berita dengan tajuk: “Darmin: Tak Ada Pembatasan Akuisisi oleh Asing”.


Pernyataan BI tentang tidak adanya larangan akuisisi bank nasional oleh asing diperkuat oleh pernyataan dari dedengkot Perbanas Sigit Pramono yang dikutip Kompas.com. “Daripada menghentikan langkah investor asing mengakuisisi bank lokal, Bank Indonesia (BI) sebaiknya memperketat proses uji kepatutan dan kelayakan calon pemilik bank yang berniat melakukan akuisisi. Hal itu diungkapkan oleh Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas)“ (Kompas.com, 12/8/2011). Pernyataan Perbanas tersebut sepertinya menolak wacana pembatasan asing di perbankan nasional. Kompas.com pun merilis kalimat: “Sekadar mengingatkan, BI memutuskan menghentikan akuisisi bank oleh investor asing hingga akhir tahun ini. Penghentian sementara tersebut dilakukan sembari menanti terbitnya Peraturan BI soal pembatasan kepemilikan asing”.


Jelas sudah bahwa BI dan Perbanas ternyata “kompakan“ untuk menerima asing dengan tangan terbuka. Penghentian akuisisi dua bank oleh investor Malaysia bukan dalam rangka persiapan pembatasan kepemilikan asing, namun dilatarbelakngi pembenahan tata kelola atau governance yang lebih baik, khususnya dalam memperketat proses kepatutan dan kelayakan calon pemilik bank. BI diharapkan mengedepankan integritas para pemilik bank. Kalau toh ada penghentian proses akuisisi bank oleh asing, “Penundaan ini penting agar investor tak menyesal atau merasa keliru berinvestasi di Indonesia” (Kompas.com, 10/8/2011). Ternyata BI berusaha melindungi investor asing agar mereka tidak seperti membeli kucing dalam karung. Jadi, jangan sampai mereka rugi membeli bank di Indonesia. Duh, enak bener jadi investor asing ya.


Tidak bergemingnya BI- bahkan didukung oelh Perbanas- terhadap kebijakan kepemilikan asing seolah menentang wacana atau usulan agar perbankan nasional tidak didominasi oleh asing. Saya kutip kembali berita-berita di Kompas.com yang berisi penolakan atau setidaknya mempertanyakan dominasi asing tersebut:



  1. BI Akan Atur Kepemilikan Bank (Kompas.com, 30/5/2011)

     



  2. DPR Tinjau PP Kepemilikan Asing di Bank (Kompas.com, 24/5/2011)

     



  3. Aturan Porsi Asing Harus Direvisi (Kompas.com, 24/5/2011)

     



  4. Ekonomi Indonesia Didominasi Asing (23/5/2011)

     



  5. Kaji Kepemilikan Asing di Bank (Kompas.com, 10/5/2011)


Sikap “Maju Tak Gentar“-nya BI tentunya dilandasi perhitungan matang oleh para pakar perbankan yang menghuni gedung megah di Jalan Thamrin tersebut. Seruan peninjauan kembali tidak menyurutkan pendirian BI bahwa asing masih dibutuhkan oleh perbankan nasional. Sikap “keukeuh“ tersebut perlu dicermati oleh publik, atau setidaknya oleh para pengamat perbankan yang mempersoalkan dominasi asing di perbankan nasional. Kita lihat beberapa kemungkinan alasan BI tersebut.


Pertama, BI tidak membedakan perlakuan terhadap asing dan pribumi dalam kepemilikan bank. Asal mereka mempunyai integritas, silahkan asing memborong bank di Indonesia. Kalau toh ada pembatasan persentase kepemilikannya, sampai saat ini Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mengatur itu belum diterbitkan juga. Jadi, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 masih berlaku. Pasal 3 pada PP tersebut menyatakan, “Jumlah kepemilikan saham bank oleh warga negara asing dan atau badan hukum asing yang diperoleh melalui pembelian secara langsung ataupun melalui bursa efek sebanyak-banyaknya adalah 99 persen dari jumlah sahan yang bersangkutan”. Walau DPR akan meninjau PP tersebut, BI tidak bergeming. Sikap BI tersebut sejauh ini belum disikapi oleh DPR. Mungkin DPR masih sibuk menyoroti kasus Nazaruddin yang lebih menarik.


Kedua, BI bisa saja memperhitungkan imbas dari krisis global saat ini yang menyebabkan investor global kebingungan untuk menanamkan dananya. Beberapa negara yang terimbas krisis global tersebut menjadi kurang menarik sebagai sasaran investasi. Investor asing pun harus melihat dengan cermat negara-negara sasaran yang diperkirakan dapat memberikan keuntungan kepada mereka. Di sini, BI seolah memberikan jaminan kepada investor asing, seolah berteriak: “Mari datang ke Indonesia saja, silahkan belanja bank-bank di sini!“. Biar investasi mereka aman, BI pun berupaya agar orang asing tidak merugi jika mencaplok bank-bank di Indonesia. Sikap BI semakin memperkuat kebijakan ekonomi nasional yang pro kapitalisme.


Ketiga, BI berusaha mempertahankan stabilitas keuangan, khususnya perbankan. Dengan ketegasan BI tersebut, perbankan nasional tidak didera sentimen negatif yang berpotensi menimbulkan gonjang-ganjing perbankan yang dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan pasar. Apalagi di tengah krisis keuangan global yang masih belum berhenti memakan korban. Jadi BI terkesan main aman saja, atau bisa juga disebut paranoid dengan imbas krisis global. Dengan tetap derasnya modal asing masuk ke perbankan nasional, Indonesia dapat dipandang sebagai negara yang tetap bertahan di tengah krisis global. Jadi keran pemodal asing tetap dibuka lebar.


Keempat, BI tidak percaya masih ada investor domestik yang mau membeli bank. Dengan diberlakukannya Arsitektur Perbankan Indonesia (API), khususnya mengenai peningkatan kemampuan modal bank, BI seolah mengenyampingkan kemampuan investor pribumi untuk masuk ke perbankan nasional. Bisa saja sinyalemen BI tersebut benar. Jadi, investor yang bersedia untuk masuk ke perbankan akhirnya hanya orang asing saja. Daripada struktur permodalan bank tidak meningkat juga, BI akhirnya mengalah saja pada serbuan investor asing. Yang penting, bank-bank di Indonesia tetap berkembang dan menyedot dana masyarakat. Tidak peduli hal itu dilakukan oleh bank-bank yang dikuasai oleh asing.


Itulah perkiraan latar belakang kegigihan BI untuk mempertahankan asing di perbankan nasional. Ya sudah, mau gimana lagi kalau sudah begitu. Kita pun harus merelakan perbankan nasional dikuasai asing dengan porsi yang sudah melebih 50%. Bahkan dengan ketegasan BI tersebut, porsi asing akan semakin meningkat lagi. Jangan tanya juga, berapa triliun pendapatan bunga yang terbang ke luar-negeri. Jangan aneh juga, jika eksekutif atau pengambil keputusan di perbankan nasional bukan lagi orang-orang pribumi. Bankir-bankir lokal pun hanya menjadi bawahan saja. Lebih tepatnya, hanya menjadi penonton di negeri sendiri.


*****


Jadi, apakah kita rela dan diam saja dengan sikap BI tersebut? Entahlah, gonjang-ganjing Nazaruddin masih menyedot perhatian masyarakat dan elite politik. Jadi bisa saja ketegasan BI tersebut tidak akan dipersoalkan. Luput dari perhatian, dan tetap berjalan, layaknya bussiness as usual.






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Dua Buku Keswan Wartawan Infovet















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

13403432091943165562


Majalah Infovet 215, Juni 20012


 


Setelah Buku Avian Influenza Pencegahan dan Pengendaliannya diterbitkan oleh Penebit Gita Pustaka grup Infovet pada 2005, wartawan Infovet Drh Yonathan Rahardjo pada April 2012 menerbitkan dua buku khusus untuk kesehatan hewan. Buku ini adalah wujud dedikasinya kepada dunia kesehatan hewan dan peternakan selain buku-buku sastra yang ditulisnya dan mendapat posisi terhormat di dunia sastra tanah air, Novel Lanang, Novel Taman Api dan Kumpulan Cerpen 13 Perempuan.


Buku seri keswan (kesehatan hewan) yang pertama adalah “Air Sehat untuk Ternak Ayam” diterbitkan oleh Penerbit Nuansa Cendekia Bandung. Menurut penerbit buku ini membahas bahwa, selain makanan —air minum serta air untuk keperluan lain— merupakan kebutuhan dasar setiap makhluk hidup. Minuman yang sehat akan sangat menentukan kelangsungan hidup yang baik. Dan air dalam sebuah peternakan ai minum telah menjadi topik terpenting para peternak, terutama peternak skala menengah dan besar.


Bagaimana seharusnya penyediaan air yang sehat untuk ayam? “Sekalipun nampak sepele, masalah air sudah diketahui sebagai salah satu kunci sukses dan gagalnya pemeliharaan ayam. Seiring dengan kesadaran pentingnya kesehatan air inilah, sekarang para peternak membutuhkan panduan yang tepat dan terpadu dengan mengupayakan kesehatan air,” kata pengantar penerbit.


Beberapa hal terkait dengan masalah air di antaranya ialah kebersihan, pengelolaan secara tepat, penyiapan, penyaringan, penggunaan hingga tata cara pemberian secara baik. Cara baik itu tidak selalu mahal, dan untuk sehat ternyata hanya membutuhkan kecerdasan dan kesadaran untuk sehat. Inilah bekal terpenting dan mendasar bagi peternak ayam terkait dengan air sehat untuk ayam.


“Namun untuk menjadi murah dan mudah ternyata memang harus dengan bekal ilmu yang balk. Buku karya drh Yonathan inilah yang tepat untuk membekali ilmu pengetahuan kita semua dalam mengupayakan kesehatan ayam,” tegas Penerbit Nuansa Cendekia.


Jelas, kesehatan ayam —terkait dengan air— telah menjadi kebutuhan para peternak. Memahami kebutuhan tersebut, “Penerbit Nuansa sengaja mendorong sang penulis, drh Yonathan Rahardjo agar berkenan meluangkan waktunya untuk mengabdi kepada masyarakat peternak ayam dengan tulisannya. Kompetensi keilmuan sang penulis sudah tidak diragukan lagi,” ungkap penerbit.


“Ditambah pengalamannya sebagai jurnalis Majalah Kesehatan Ternak Infovet, menjadikan ilmu akademiknya terasah lebih matang. Antara pengalaman di berbagai peternakan yang pernah ia wawancari dengan teori akademik yang kemudian diolah sedemikian balk menjadikan buku ini berbobot; tentu berbobot bukan dalam artian berat karena ilmiah kaku dan saklek, malinkan karena mutu ilmunya sangat praktis dan dapat dicerna secara mudah oleh berbagai kalangan, termasuk mudah dipahami oleh lulusan SD sekalipun,” tambah penerbit.


Menurut Penerbit Nuansa Cendekia, buku ini sangat bermanfaat bagi para peternak ayam, mahasiswa peternak dan dosen peternakan, karena bukan saja ilmiah, melainkan juga melibatkan pengetahuan yang didapat sang penulis melalui reportase. “Dengan metode penulis yang baik, drh Yonathan tidak hanya membuat buku baru, melainkan menawarkan gagasan baru untuk perbaikan masyarakat peternak ayam.”


Pungkas penerbit dalam buku Air Sehat untuk Ternak Ayam ini, ”Sang penulis mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai dokter hewan. Dengan semangat idealisme mengharapkan kesuksesan beternak ayam, sang penulis menyajikan masalah air sehat untuk ayam secara mendalam dan mudah dipahami.”


Drh Yonathan Rahardjo juga menerbitkan buku Mengatasi Stres Ayam. Dalam kata pengantarnya, Penerbit Nuansa Cendekia juga mengatakan bahwa stres merupakan salahsatu masalah dalam peternakan hewan kecil. Hewan kecil (dengan rentang usia yang pendek) yang mengalami stres bisa berakibat kematian massal. Oleh karena itu harus ada upaya konkret menanggulanginya.


Pemilik peternakan skala kecil hingga besar menyadari masalah ini. Hanya saja kesadaran tersebut terkadang masih sepilah-pilah. Dengan kata lain, belum tentu semua persoalan stres telah dipahami secara lengkap, mendalarn beserta penanggulangannya.


“Kebutuhan untuk memperoleh ilmu secara maksimal juga sangat disadari. Tetapi sampai saat ini referensi bacaan peternakan ayam-khususnya berkaitan masalah stres-masih minim. Oleh karena itulah Redaksi Nuansa Cendekia antusias mengapresiasi kerja keras DrhYonathan Rahardjo yang berkenan nernpersembahkan buku ini. Sang penulis adalah seorang dokter Hewan,” tegas penerbit Nuansa.


Menurut penerbit, sebagai dokter hewan Yonathan memiliki kompetensi ilmu pengetahuan disertai kemampuannya sebagai jurnalis dan sastrawan menjadikan buku ini bukan sekedar sajikan normatif ilmiah yang sumpek oleh teori-teori rumit. Buku ini sengaja dihadirkan untuk bacaan popular yang tetap memperhatikan kaidah ilmu dan inovasi pengetahuan yang terus berkembang.


“Dengan bahasa yang popular, buku ini kemudian tidak hanya layak dibaca oleh para akademisi, praktisi dokter hewan, maupun orang-orang yang memiliki latar pendidikan tinggi. Sang penulis sadar, bahwa para peternak di desa-desa atau penjaga kandang rata-rata hanya berpendidikan SD, SMP, dan sebagian lagi SMA,” papar penerbit Nuansa Cendekia.


Menurut penerbit, dengan memperhatikan kenyataan itulah buku ini kemudian ditulis lebih membumi. Bahkan di bagian belakang buku ini juga disertakan glosarium untuk memberikan pengetahuan pada istilah-istilah asing atau sulit artinya.


Mempertimbangkan mutu ilmu pengetahuan dan penyampaian yang baik untuk semua golongan pembaca, maka buku ini mesti dimiliki oleh banyak pihak, seperti; peternak ayam, pemelihara ayam skala rumahan, dokter hewan, mahasiswa fakultas kedokteran hewan, termasuk investor peternakan.


“Melalui buku ini, masalah stres ayam dibicarakan secara luas, meliputi stres ringan, stres berat, stres panas, stres dingin. Selain memetakan masalah-masalah tersebutYonathan dengan semangat berbagi ilmu menawarkan solusi medis dan juga solusi praktis,” ucap penerbit.


“Kombinasi ilmu dari dunia kedokteran hewan dengan pengetahuan lapangan (hasil reportasenya selama menjadi wartawan) menjadikan buku ini sangat mencerahkan,” pungkas Penerbit Nuansa Cendekia Bandung untuk peternak Indonesia. (YR)


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Dosa Fatal Penulis Lamaran Kerja















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

13273015971960230956


admin/ilustrasi (shutterstock)


 


Beberapa bulan yang lalu, seorang karyawan, Pak OS, datang ke kantor saya untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting. Dia mengeluh karena istrinya, GS, belum mendapatkan pekerjaan setelah berbulan-bulan mencari kerja. Tak terhitung berapa pekerjaan yang dilamar, tetapi tidak pernah ada panggilan.


“Saya tidak mengerti mengapa tak pernah ada panggilan. Padahal istri saya punya gelar S2” keluh Pak OS. Setelah mendapatkan informasi secukupnya, saya menawarkan diri untuk mereview lamaran kerja (resume) GS. Pak OS pun bersedia mengirimkannya lewat email secepatnya.


Saya sangat terkejut melihat lamaran GS yang memang menyandang gelar S2 itu. Bisa saya mengerti mengapa GS tidak pernah mendapatkan panggilan. Dalam pertemuan berikutnya dengan Pak OS, saya berikan usulan untuk memperbaiki lamaran tersebut. Saya berikan juga beberapa contoh lamaran yang bagus sebagai referensi.


Belakangan saya mendengar bahwa GS mulai bekerja paroh waktu di sebuah organisasi kemasyarakatkan. Tentu saja, bukan hanya lamaran saja yang menjadi penentu keberhasilan GS dalam mendapatkan pekerjaan.


Berdasarkan usulan yang saya berikan kepada Pak OS serta puluhan tahun pengalaman sebagai rekruiter saya menulis artikel ini. Sekedar klarifikasi saya memakai kata ‘resume’, dan ‘lamaran kerja’ untuk maksud yang sama dan tidak mencakup surat pengantar maupun daftar referensi.


Lamaran kerja mengacu pada dokumen utama yang dikirimkan untuk melamar kerja. Dokumen ini biasanya memuat pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, informasi pribadi tentang pelamar dst. Lamaran kerja biasanya dikirimkan bersama surat pengantar dan - kalau tersedia – surat atau daftar referensi.


Banyak ‘dosa’ yang biasa dilakukan oleh penulis lamaran kerja. Dalam tulisan ini saya hanya menyampaikan tiga dosa yang paling sering terjadi.


Pertama: lamaran kerja tidak memiliki tujuan atau maksud tertentu. Entah tertulis secara jelas atau tidak, penulis lamaran perlu menentukan apa tujuan dari lamaran yang ditulisnya. Tujuan ini akan membantu pembaca lamaran terutama manager yang mencari tenaga kerja. Selain itu, tujuan yang jelas juga membantu pencari kerja dalam menentukan informasi apa saja yang perlu dimasukkan dalam lamaran itu. Walaupun ada pengalaman yang istimewa, tetapi kalau tidak ada hubungannya dengan tujuan dari lamaran kerja, tidak perlu menjadi bagian dari lamarn tersebut.


Berhubung lamaran perlu punya tujuan khusus, tentu saja masuk akal kalau seorang pencari kerja memiliki satu lamaran utama dan beberapa lamaran lain yang bertujuan untuk melamar pekerjaan tertentu. Lamaran kerja utama bisa mencakup semua pengalaman pelamar dalam sejarah profesinya. Lamaran kerja dengan tujuan yang spesifik hanya mencakup pengalaman yang berhubungan dengan tujuan khusus ini. Pencari kerja perlu menentukan pengalaman yang mana yang perlu dituliskan.


Ini salah satu contoh penulisan tujuan lamaran: mencari pekerjaan dalam bidang kepemimpinan di lingkungan perusahaan yang memberikan tantangan dan penghargaan terhadap kinerja karyawan.


Contoh tujuan ini masih cukup luas, tetapi paling tidak memberikan informasi yang jelas kepada pembaca tentang pekerjaan yang diminati. Dari tujuan ini pembaca tahu bahwa pelamar mencari pekerjaan di tingkatan menajemen atau paling tidak level pengawas. Pelamar tertarik untuk bekerja di perusahaan, bukan di organisasi sosial atau di dunia pendidikan. Pelamar juga punya harapan bahwa perusahaan itu proses evaluasi kerja karyawannya secara teratur.


Tujuan ini juga membantu pelamar untuk memasukan informasi yang berhubungan dengan pengalaman sebagai seorang pemimpin seperti menentukan kebijakan, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan.


GS memang punya latar pendidikan tinggi, tetapi sayang lamarannya terlalu umum sehingga pembaca tidak tahu pekerjaan apa yang paling cocok dengan latar belakangnya. Lamaran GS tidak memiliki tujuan tertentu dan dipkai untuk melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemahirannya.


Kedua: lamaran menyampaikan kegiatan yang dilakukan tetapi tidak menjelaskan hasil kegiatan itu baik secara kwalitatif maupun kwantitatif. Lamaran tidak perlu berlebihan tetapi juga tidak merendahkan diri.


Pencari kerja sering punya daftar panjang tentang apa saja yang dia lakukan dalam pekerjaannya. Tetapi, sangat sering terjadi, pencari kerja tidak menjelaskan lebih lanjut dampak atau hasil dari yang dilakukan. Seorang akuntan bisa menuliskan dalam resumenya, “Membuat laporan keuangan bagi perusahaan setiap bulan.” Informasi ini akan memberikan kesan jauh lebih kuat kalau diberi penjelasan lebih lanjut seperti, “Dengan bekerja sama dengan lima departemen, membuat laporan keuangan bulanan yang dipakai oleh pihak manajemen untuk menentukan perencanaan bisnis dengan nilai lebih dari dua milyard.”


Seorang guru bisa menuliskan di resumenya, “Lima belas tahun mengajar matematika di tingkat SMA.” Penyataan ini juga bisa dibuat lebih impresif dengan menambahkan informasi lebih rinci, “Lima belas tahun mengajar matematika di berbagai kelas bagi siswa SMA dari beragam latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan kecerdasan dengan tingkat keberhasilan 96%.” Dengan menambahkan informasi ini pembaca diberi kesan bahwa pelamar kerja ini kaya pengalaman dan kemungkinan akan berhasil dalam bekerja baik di kota maupun pedesaan.


Angka memang sangat ampuh untuk memperkuat lamaran kerja. Ini salah satu contoh informasi dari pelamar kerja yang berpengalaman dalam pengawasan. “Mengawasi dan mengarahkan kinerja dari 15 anak buah dari empat kantor cabang, yang berasal dari berbagai pelosok tanah air, latar belakang pendidikan, umur, dan pengalaman.” Kesannya akan berbeda kalau pernyataan ini hanya dituliskan, “Mengawasi dan mengarahkan anak buah.”


GS memang menuliskan daftar semua kegiatan yang dia lakukan, tetapi masih miskin informasi. Pembaca tidak mendapatkan kesan bahwa dia punya cukup pengalaman dan tahu persis apa yang dia tuliskan.


1327289954565424618Ketiga: lamaran memiliki banyak kesalahan ejaan serta tidak seragam dalam penulisan. “Dosa” ini juga saya temukan di lamaran kerja GS. Pada suatu bagian yang sama, saya melihat ada perbedaan yang jelas dalam besar kecilnya huruf (font size). Lamaran tidak terlihat rapi dan seragam.


Penulisan bulan dan tahun juga tidak seragam. Di satu tempat tertulis “September ’07” di tempat lain saya lihat ‘Jul. 2005’. Tentu saja pembaca tahu maksudnya. Tetapi kecerobohan seperti ini memberikan kesan negatif kepada pembaca.


Saya juga temukan banyak ruang kosong di lamaran GS. Ruang kosong ini sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk menambahkan informasi seperti yang saya sampaikan di bagian pertama.


Sekitar dua minggu yang lalu seorang manager senior mengatakan kepada saya, “Sebetulnya saya sangat tertarik dengan pengalaman BG. Tetapi, kesalahan ejaan di lamarannya membuat saya untuk melihat lamaran lain.” BG adalah salah satu pelamar untuk posisi yang cukup tinggi di kampus kami dan posisi ini memang menuntut ketelitian. Sebetulnya BG termasuk tiga finalis untuk posisi itu.


Manager senior ini akhirnya memilih pelamar lain yang resumenya rapi dan ‘spotless’ tanpa noda. Kesalahan ejaan memang bisa berakibat fatal untuk jabatan yang menuntut ketelitian dan mencari pelamar yang ‘detailed oriented’.


Banyak faktor yang menjadi penentu apakah seorang pelamar akan mendapatkan pekerjaan. Penulisan lamaran hanyalah salah satu dari faktor-faktor penentu ini. Surat pengantar, wawancara, referensi/rekomendasi, pengalaman kerja dst, adalah sebagian dari faktor lainya yang turut menentukan. Bersamaan dengan faktor-faktor ini ada sederetan ‘dosa’ juga yang sering dilakukan oleh pelamar kerja.


Semoga tulisan ini berguna bagi pembaca yang dalam proses mencari kerja, terutama yang sedang menulis lamaran kerja.


Keterangan: foto dari internet






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Djogdjakarta Slowly Asia















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

1322204107822688638


Keraton Yogya/Shutterstock)


 


 


Ketika ayah saya wafat tahun 1990, saya mengalami pukulan emosi yang luar biasa. Saat ini saya berziarah ke berbagai tempat disepanjang pulau Jawa dan Bali. Saya banyak berdiskusi dengan mentor-mentor spiritual. Saat itu saya seoalah mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang juga tidak saya paham. Saya tidak menemukan apa-apa. Proses itu malah melelahkan jiwa dan raga. Suatu hari di Djogdjakarta saya bertemu dengan Mpu Peniti. Dan saya diajak minum teh ala Djawa. Nas-Gi-Tel. Disebelah kanan ada bokor berisi teh yang panas, pahit dan kental. Di sebelah kiri ada gelas kosong berisi gula batu. Dengan cara yang sangat sederhana saya dijelaskan oleh Mpu Peniti tentang kebahagian hidup. Kata beliau teh yang panas, pahit dan kental itu adalah kehidupan kita. Dan gelas kosong dengan gula batu adalah kebahagian hidup yang kita idam-idam-kan. Lalu dengan perlahan beliau menuangkan teh yang panas, pahit dan kental itu kegelas yang berisi gula batu. Membiarkannya larut pelan-pelan dan minum pada saat yang pas dengan kemanisan yang sangat pas. Mpu Peniti, menghela nafas panjang, sehabis minum dan diwajahnya saya melihat kepuasan dan kenikmatan yang luar biasa. Saat itulah saya jatuh cinta pertama kalinya pada filosofi pelan ala Djawa.


Beberapa tahun kemudian seorang teman di Djogdjakarta, bercerita bahwa kata yang tepat adalah “Alon-alon waton kelakon.” Dan bukan “Alon-alon maton kelakon”. Dalam filosofi yang indah luar biasa ini, focus intinya bukanlah pada pelan-nya. Tetapi justru pada hasil dan tujuan akhirnya. Bahwa kita kalau sudah punya tekad, harus tercapai. Kalau prosesnya pelan, biar saja . Yang penting tercapai.


Pelan dan lambat sangat berbeda. Begitu penjelasan seorang guru Yoga kepada saya. Ia menyarankan kepada saya untuk selalu melakukan meditasi, dengan bernafas secara teratur, pelan-pelan dan panjang. Semata agar ada penyerapan enerji yang lebih besar. Namun jangan lambat bernafas. Nanti mati. Katanya sambil tertawa.


Sejak tahun 1990, saya kemudian belajar dan menekuni “pelan”. Pernah sekali di Tokyo, seorang master chef sushi bercerita bahwa kita sebenarnya miskin terhadap waktu. Itu sebabnya semuanya kita lakukan tergesa-gesa. Makan sushi yang benar harus dilakukan dengan cukup waktu. Alias pelan-pelan. Kita duduk didepan counter sushi, berhadapan dengan sang master chef. Ia biasanya bercerita tentang hari ini, dan apa saja ikan yang segar yang ia temukan di pasar subuh tadi. Lalu kita menonton sang master chef membuat sushi, kemudian makan satu demi satu saling berkomentar dan bercerita. Ditemani sake. Bukan dengan cara makan sebanyaknya-banyaknya dalam waktu singkat. Dalam kisah ini pelan adalah kemewahan hidup yang luar biasa sekali. Dan lama kelamaan saya mulai mengerti juga bahwa pelan itu sangat indah.


Lalu dalam 10 tahun selanjutnya, saya menemukan Djogdjakarta. Terpesona dengan keindahan jiwanya. Pelan menjadi titik terpenting dalam kehidupan saya. Saya belajar bahwa Gamelan adalah orchestra yang ditabuh pelan-pelan. Dan dalam keseimbangan serta keteraturan pelan, kita menemukan harmonisasi dan keindahan nada. Sebuah siraman yang menyejukan jiwa. Kuliner Djogdjakarta seperti gudeg, resep aslinya harus dimasak 3 hari 3 malam, dengan api sangat kecil, sehingga bumbunya meresap. Pelan adalah proses yang sangat dimengerti dan dimuliakan oleh orang Djawa. Seni membatik, yang memerlukan ketekunan, kesabaran, juga inspirasi lain dari proses pelan yang indah. Itu sebabnya keindahan sepotong kain batik tidak ditemukan pada motifnya semata, namun dari kesucian prosesnya yang memakan waktu. Tarian seperti Serimpi dan Bedaya, secara sacral juga di tarikan dengan amat pelan. Mirip kita menonton film dengan gerakan slow motion. Sangat mistis sekali. Konon ketika orang Djawa membuat keris, logam terakhir harus datang dari sisa meteor yang jatuh kebumi. Sebuah pertanda, bahwa keris selesai karena ijin dari langit. Sebuah proses yang bisa jadi sangat pelan, namun memiliki kepatuhan dan respek yang sangat tinggi antara manusia dan penciptanya.


Pelajaran, cerita dan wejangan ini semua, membuat saya bercita-cita untuk membuat sebuah industri pelan di Indonesia. Dalam sebuah diskusi dengan kartunis Ismail Sukribo, beliau menyodorkan sebuah konsep lucu “DJOGDJAKARTA SLOWLY ASIA”. Mulanya saya tertawa mendengarnya. Lewat perenungan yang lama, akhirnya saya tersentak bangun. Ide “DJOGDJAKARTA SLOWLY ASIA’ sangatlah brilyan dan sexy sekali. Dan bisa menjadi kampanye yang menjadikan Djogdjakarta menjadi tujuan wisata global dunia berikutnya. Bayangkan saja bahwa selama ini berapa banyak penduduk dunia, seperti di New York, Tokyo, HongKong dan kota-kota lain, menderita stress dan kelelahan yang sangat luar biasa. Mereka semuanya mencari tempat pelarian dan tempat belibur. Apa jadinya, kalau kita tawarkan kepada mereka, sebuah janji – “Barang siapa …. yang hendak membuat hidupnya menjadi lebih “PELAN”….. silahkan saja datang ke Djogdjakarta. Ibu kota Pelan di dunia.” Karena di Djogdjakarta anda bukan saja bisa menghilangkan stress dan kelelahan, tetapi juga belajar seni hidup pelan. Mengerti proses pelan secara seutuhnya.


Salah satu bukti otentik, konon statistik wilayah DJOGDJAKARTA menunjukan bahwa usia rata-rata masa hidup orang Djogdjakarta mendekati angka 75, dan diatas rata-rata masa hidup orang Indonesia yang berkisar 68 tahun. Dapat kita simpulkan budaya dan gaya hidup pelan orang Djogdjakarta minimal membuat mereka lebih berusia panjang. Djogdjakarta juga bukan miskin atraksi pariwisata. Mulai dari gunung hingga pantai. Semuanya dimiliki Djogdjakarta. Seni, budaya, dan kulinernya juga sangat beragam dengan pesona dan atraksi yang luar biasa.Pantai seperti Parangtritis, Sadeng, Siung hingga Krakal, semuanya punya karakter khusus yang serba unik. Malah Djogdjakarta juga memiliki Borobudur, yang merupakan artefak agama Buddha yang terbesar didunia. Jadi dari segi produk Djogdjakarta semestinya punya potensi yang sangat luar biasa. Patut menjadi tujuan pariwisata global dunia.


Yang kurang, barangkali seperti biasa adalah promosi dan branding yang kuat. Kurang lebih 5 tahun yang lalu, saya puny aide untuk membuat sebuah ‘hub’ di Djogdjakarta untuk mempromosikan gerakan pelan ini sehingga menjadi sebuah industry pariwisata pelan. Cita-cita ini terus menerus bergetar sedikit demi sedikit. Melebar dan bergema. Hingga satu saat, saya ketiban rejeki karena Ibu Tirto Utomo, membantu saya untuk mewujudkan cita-cita ini. Sebuah geduang bekas Gudang Aqua, di Jalan Raya Magelang km 8 – Sleman, di bolehkan untuk disulap menjadi ROEMAH PELANTJONG. Dengan slogan ‘SEMUANYA YANG PELAN ADA DISINI’ – ROEMAH PELANTJONG beroperasi sejak 18 Juni 2011, dengan cita-cita menjadi sebuah galeri besar untuk memajang semua produk pelan ala Djogdjakarta. Sehingga semua pelancong bisa mengagumi filosofi pelan ala Djogdjakarta ini.


Saat ini di ROEMAH PELANTJONG, sudah ada galeri dengan produk, batik, kaos, sutera liar, toko buku, dan aneka kerajinan Juga sudah ada tempat ngopi yang diberi nama REPOEBLIK NONGKRONG dimana para turis bisa menikmati SLOW TEA alias NAS-GI-TEL ala Djogdjakarta. Di lantai atas ada LENTUR GALLERY yang didedikasikan untuk artis-artis muda DJOGDJAKARTA untuk memajang karya-karya mereka. Nantinya dalam 1-2 bulan mendatang ROEMAH PELANTJONG akan dilengkapi dengan museum BAKPIA dan MINI MALIOBORO. Dan dibelakang juga tersedia sebuah ruang makan besar yang sedang di renovasi dan akan menjadi galeri aneka kuliner khas Djogdjakarta.


Aneka komunitas seni telah memanfaatkan ROEMAH PELANTJONG untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara pameran lukisan, pameran Sajadah dan Kerudung, lawakan, acara seminar, music hip-hop, hingga peluncuran buku. Yang menarik adalah ROEMAH PELANTJONG memiliki dinding lebih dari 400 m2 yang rencananya akan dijadikan kanvas dengan berebagai seni mural, street art dan graffiti. Di pintu masuk, ROEMAH PELANTJONG memiliki aula besar yang kini telah diberi lukisan mural yang menceritakan budaya di aula ini digelar mural dari Ganesha hingga Nyai Loro Kidul. Salah satu lorong yang nantinya akan dijadikan MINI MALIOBORO kini sudah di hias dengan graffiti dan street art – DJOGDJAKARTA SLOWLY ASIA. Dengan sejumlah interpertasi kontemporer.


Dalam 6 bulan mendatang ROEMAH PELANTJONG akan menggalang kerja sama dengan berbagai pelaku pariwisata DJOGDJAKARTA dengan tujuan agar tercipta sebuah peta yang melukisakan produk-produk pelan khas Djogdjakarta, sehingga turis bisa datang dan menikmati sehari pelan di Djogdjakarta, mulai dari pagi hingga malam. Sebuah web-site dan film documenter juga sedang direncanakan. ROEMAH PELANTJONG sendiri tiap bulan mengadakan kegiatan untuk mempromosikan DOGDJAKARTA SLOWLY ASIA.


Dengan kerja sama bersama pelaku pariwisata di kota DJOGDJAKARTA, diharapkan dalam 2-3 tahun, branding DJOGDJAKARTA SLOWLY ASIA tidak menjadikan isapan jempol belaka, melainkan sebuah gerakan promosi dengan kepemilikan bersama yang mampu mengukuhkan posisi Djogdjakarta sebagai sebuah tujuan pariwisata global.


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Diversifikasi Pangan Pokok















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

Dari 50.000 jenis tumbuhan yang bisa dimakan didunia ini, hanya beberapa ratus saja diantaranya yang menjadi menu makanan manusia sehari-hari. Dari sekian ratus tersebut, hanya tiga yang menjadi makanan pokok dua pertiga populasi dunia, yaitu beras, gandum, dan jagung. Dan diantara ketiganya itu, beras adalah makanan yang paling banyak dikonsumsi, beras menjadi makanan utama 3,5 milyar orang atau setengah dari keseluruhan populasi dunia.


Dengan kata lain, beras adalah jenis makanan yang sangat penting. Bahkan, sedikit saja terjadi “gangguan” pada beras (misalnya pada cara penanaman, penjualan, dll) akan segera membawa dampak besar pada perekonomian secara global. Sebagai contoh, awal tahun lalu Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra berencana untuk membeli beras petani dengan harga di atas pasaran dunia, akibatnya langsung terjadi kepanikan massal. langsung terjadi kenaikan harga beras secara global. Harap dimaklumi, 30 persen beras dunia berasal dari Thailand. Atau contoh lain ketika terungkap beras dari China ternyata mengandung bahan yang berbahaya, berarti selama ini dua pertiga rakyat China memakan makanan beracun setiap hari. Demikian dahsyatnya pengaruh beras.


Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terdiri dari banyak suku bangsa aslinya dulu memiliki panganan pokok yang sangat beragam. Sebut saja daerah-daerah seperti Mentawai, Madura, Nusa Tenggara, Maluku dan lain-lain pada masa lalu lebih suka mengkonsumsi kentang dan sagu sebagai makanan pokok. Namun saat ini beragam jenis makanan tersebut rata-rata telah tergantikan dengan beras. Masyarakat kita terbiasa makan nasi tiga kali sehari, bahkan belum dianggap sudah makan jika belum menyantap nasi.


Sejarah ‘penyeragaman’ makanan pokok masyarakat Indonesia Timur bermula dari kebijakan Presiden RI kedua, Soeharto. Soeharto sangat menyadari bahwa ia memimpin suatu negara yang sangat Bhinneka. Agar lebih mudah mempersatukan, maka ia bermaksud agar masyarakat Indonesia memiliki lebih banyak kesamaan, salah satunya dengan jalan homogenisasi pangan. Maka pada era 1980an Soeharto memiliki kebijakan ketahanan dan kemandirian pangan dengan beras sebagai makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.


Kebijakan dari Soeharto ini juga ikut didorong perpindahan masyarakat Jawa yang berprofesi sebagai karyawan, guru, atau petani ke daerah-daerah luar Jawa. Biarpun di daerah terpencil, mereka selalu mempertahankan budaya memakan nasi sebagai menu utama. Akibatnya masyarakat tradisional seperti di Papua menganggap nasi sebagai makanan orang maju dan berpendidikan, dan sagu adalah makanan orang yang ketinggalan jaman. Maka sedikit demi sedikit terjadi perubahan budaya.


Celakanya daerah seperti Papua tidak cocok untuk bercocok tanam padi. Padi susah ditanam di daerah pegunungan seperti Papua, padahal masyarakatnya sudah terlanjur bergantung pada beras. Belum lagi sarana transportasi disana belum bagus. Akibatnya pasokan beras sering tersendat, tentunya hal ini bisa mengakibatkan kelaparan. Padahal sebenarnya makanan pokok tradisional Papua seperti keladi, kentang dan sagu akan lebih efisien bagi masyarakatnya. Namun yang terjadi sebaliknya. Beras terus di subsidi sementara harga sagu selalu tinggi.


Secara nasional kondisi pangan di Indonesia pun tidak pula terlalu baik. Walaupun sempat di anugerahi penghargaan oleh FAO, saat ini kita adalah net importir untuk seluruh komoditas panganan pokok. Sebagai konsumen beras ketiga terbesar dunia, pemerintah Indonesia mengimpor 1,5 juta ton beras setiap tahunnnya. Wajar saja mengingat konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah 139 kilogram perkapita. Coba dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir 250 juta jiwa.


Dari 50.000 jenis tumbuhan yang bisa dimakan didunia ini, hanya beberapa ratus saja diantaranya yang menjadi menu makanan manusia sehari-hari. Dari sekian ratus tersebut, hanya tiga yang menjadi makanan pokok dua pertiga populasi dunia, yaitu beras, gandum, dan jagung. Dan diantara ketiganya itu, beras adalah makanan yang paling banyak dikonsumsi, beras menjadi makanan utama 3,5 milyar orang atau setengah dari keseluruhan populasi dunia.


Dengan kata lain, beras adalah jenis makanan yang sangat penting. Bahkan, sedikit saja terjadi “gangguan” pada beras (misalnya pada cara penanaman, penjualan, dll) akan segera membawa dampak besar pada perekonomian secara global. Sebagai contoh, awal tahun lalu Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra berencana untuk membeli beras petani dengan harga di atas pasaran dunia, akibatnya langsung terjadi kepanikan massal. langsung terjadi kenaikan harga beras secara global. Harap dimaklumi, 30 persen beras dunia berasal dari Thailand. Atau contoh lain ketika terungkap beras dari China ternyata mengandung bahan yang berbahaya, berarti selama ini dua pertiga rakyat China memakan makanan beracun setiap hari. Demikian dahsyatnya pengaruh beras.


Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terdiri dari banyak suku bangsa aslinya dulu memiliki panganan pokok yang sangat beragam. Sebut saja daerah-daerah seperti Mentawai, Madura, Nusa Tenggara, Maluku dan lain-lain pada masa lalu lebih suka mengkonsumsi kentang dan sagu sebagai makanan pokok. Namun saat ini beragam jenis makanan tersebut rata-rata telah tergantikan dengan beras. Masyarakat kita terbiasa makan nasi tiga kali sehari, bahkan belum dianggap sudah makan jika belum menyantap nasi.


Sejarah ‘penyeragaman’ makanan pokok masyarakat Indonesia Timur bermula dari kebijakan Presiden RI kedua, Soeharto. Soeharto sangat menyadari bahwa ia memimpin suatu negara yang sangat Bhinneka. Agar lebih mudah mempersatukan, maka ia bermaksud agar masyarakat Indonesia memiliki lebih banyak kesamaan, salah satunya dengan jalan homogenisasi pangan. Maka pada era 1980an Soeharto memiliki kebijakan ketahanan dan kemandirian pangan dengan beras sebagai makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.


Kebijakan dari Soeharto ini juga ikut didorong perpindahan masyarakat Jawa yang berprofesi sebagai karyawan, guru, atau petani ke daerah-daerah luar Jawa. Biarpun di daerah terpencil, mereka selalu mempertahankan budaya memakan nasi sebagai menu utama. Akibatnya masyarakat tradisional seperti di Papua menganggap nasi sebagai makanan orang maju dan berpendidikan, dan sagu adalah makanan orang yang ketinggalan jaman. Maka sedikit demi sedikit terjadi perubahan budaya.


Celakanya daerah seperti Papua tidak cocok untuk bercocok tanam padi. Padi susah ditanam di daerah pegunungan seperti Papua, padahal masyarakatnya sudah terlanjur bergantung pada beras. Belum lagi sarana transportasi disana belum bagus. Akibatnya pasokan beras sering tersendat, tentunya hal ini bisa mengakibatkan kelaparan. Padahal sebenarnya makanan pokok tradisional Papua seperti keladi, kentang dan sagu akan lebih efisien bagi masyarakatnya. Namun yang terjadi sebaliknya. Beras terus di subsidi sementara harga sagu selalu tinggi.


Secara nasional kondisi pangan di Indonesia pun tidak pula terlalu baik. Walaupun sempat di anugerahi penghargaan oleh FAO, saat ini kita adalah net importir untuk seluruh komoditas panganan pokok. Sebagai konsumen beras ketiga terbesar dunia, pemerintah Indonesia mengimpor 1,5 juta ton beras setiap tahunnnya. Wajar saja mengingat konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah 139 kilogram perkapita. Coba dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir 250 juta jiwa.


Dari uraian diatas kita berkesimpulan, sudah saatnya diambil tindakan mengenai makanan pokok masyarakat Indonesia. Ketergantungan kepada satu bahan makanan pokok bagi ratusan juta masyarakat di negara seluas Indonesia agak kurang masuk akal sebenarnya. Sudah saatnya belajar diversifikasi pangan. Bisa saja suatu saat nanti makanan pokok Indonesia beragam dari pisang, jagung, kentang, singkong, sagu dan lain-lain, seperti nenek moyang kita dahulu. Pemerintah pun bisa melakukan himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi beras dan mulai mencoba makanan pokok yang lain. Jika ada “car free day”, kenapa tidak diadakan “rice free day”? Dan satu lagi kebiasaan yang harus diubah, anggapan bahwa “jika tidak makan nasi, berarti dianggap orang tak mampu”.






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















 


依蘭香


宮鬥劇殺手鐧3 攻心不成則搶人


代表藥物:催情香


安陵容以依蘭香和蛇床子制成“暖情香”,引皇帝夜夜寵幸。自保的甄嬛發起反擊,借安陵容宮中侍女鳶羽兒之手,將“暖情香”塗在百合花蕊上,而含有狐尾蘭花粉的“暖情香”竟是催情之物。皇帝對懷胎的陵容不自覺動情,寵幸過激而導致陵容小產。


專傢點評


原產於東南亞的依蘭香可以說是“催情高手”


專傢介紹說,依蘭香是一種原產於東南亞的植物,具有獨特濃鬱的芳香氣味,廣泛用於香水、香皂和化妝品等,可以舒緩、抗壓、鎮靜,從某種意義上說也是“催情高手”。但在中醫臨床上,依蘭香用得比較少,蛇床子這味中藥雖然有溫腎助陽的功能,但是一般用作湯劑,而且一般是與其他藥一起復方使用,單純地與芳香制劑一起用作“催情”的效果不確定。


在懷孕的一些特殊時段,主要是前三個月和臨產前,夫妻雙方確實不應該過性生活,因此而流產的情況在臨床上也經常見到。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















 


木薯


宮鬥劇殺手鐧2 殺人於無形


代表藥物:木薯粉


華妃發覺皇帝格外愛惜溫宜公主,於是心生一計,利用溫宜公主來陷害甄嬛。溫宜吐奶,太醫懷疑食物傷胃,查出公主所食的馬蹄羹被人換成瞭木薯粉。


專傢點評


木薯的確有毒,即便外用也需要中醫師指導


南京中醫藥大學第二臨床醫學院食療專傢郭海英教授介紹說,木薯在中醫臨床上一般屬於外用藥,比如適量搗爛敷患處,或研末調塗,外用消腫解毒。主治癰疽瘡瘍、淤腫疼痛、跌打損傷、外傷腫痛、疥瘡、頑癬等癥。“即便是外用也需要中醫師指導,因為木薯的確是有毒性的。”郭教授說。


木薯為中國植物圖譜數據庫收錄的有毒植物,全株有毒。僅僅靠煮熟未必能消除木薯的毒性,因為這個度不好把握。


郭海英教授說,木薯含有的有毒物質為亞麻仁苦苷,如果攝入生的或未煮熟的木薯或喝其湯,都有可能引起中毒。中毒後一般會有惡心、嘔吐、頭昏、眼花、頭痛、腹痛、面貌表現恐懼等癥狀,嚴重者可出現面色蒼白、皮膚冰涼、呼吸急促、四肢抽搐,會因呼吸衰竭而死亡。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















《甄嬛傳》中看似柔弱的安陵容其實是個用毒高手。


 


麝香


宮鬥劇殺手鐧1 流產和不孕


代表藥物:麝香、紅花


在甄嬛被貓抓傷臉後,安陵容送瞭她一瓶其中摻有麝香的“舒痕膠”。她塗在皮膚上想淡化疤痕,沒想到卻流產瞭。此外,在劇中華妃乃年羹堯之妹,萬千恩寵卻飛揚跋扈。終日以皇帝寵愛她、還專門為她配“歡宜香”為傲。但其實“歡宜香”內含有大量麝香。長期聞香的華妃終身不孕。華妃聽傳聞說自己流產是端妃陷害,一氣之下強灌瞭端妃一壺藏紅花。如此,端妃也一輩子無子、體虛。安陵容偶遇落寞的齊妃,暗示齊妃夾竹桃是有損胎兒的東西,齊妃聽瞭動起瞭心思,給甄嬛送去瞭一份摻瞭夾竹桃的糕點。太醫說,甄嬛正在喝桂枝湯,夾竹桃加桂枝,會導致流產。


專傢點評


麝香用量用法得當,能治療月經不調導致的不孕癥


南京市中西醫結合醫院婦產科專傢王俊蘭副主任中醫師介紹說,麝香有開竅醒神、活血通經的功效,可用於血淤經閉、風寒濕痹等癥,有開通走竄,可行血中之淤滯的療效。專傢表示,中醫記載中未曾提及因佩戴麝香或聞麝香氣味而導致流產的情況,劇中聞聞麝香便會流產或者不孕不太可能。麝香如果用量得當、用法合適,甚至能治療月經不調導致的不孕癥。


藏紅花有活血化淤、散鬱開結之功效。其性涼、重,可治療許多熱性疾病,一般用於各種肝病、血液病和熱性疾病的治療。動物實驗證實,藏紅花能令子宮興奮收縮,對於孕婦來說,可能會有流產等風險。但電視劇中灌一碗紅花就能讓人絕育,基本不可能出現的。


王俊蘭副主任中醫師介紹說,夾竹桃主要功能為強心利尿、祛痰定喘、鎮痛、祛瘀。孕婦是忌服的。桂枝雖不是屬於孕婦忌服的藥物,但是熱病高熱、陰虛火旺、血熱妄行者都要禁服,孕婦也要慎服。專傢表示,夾竹桃是強心類的藥物,它的葉和根有興奮子宮的作用,服用後可以導致子宮的收縮加強加快;而桂枝同樣可以通經化血,兩者共用,效果會更明顯。所以兩種藥加在一起不排除致使流產的可能。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()

Blog Stats
⚠️

成人內容提醒

本部落格內容僅限年滿十八歲者瀏覽。
若您未滿十八歲,請立即離開。

已滿十八歲者,亦請勿將內容提供給未成年人士。