《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















 


 


苦杏仁


宮鬥劇殺手鐧5 打入冷宮後飲毒


代表藥物:苦杏仁


安陵容被打入冷宮後,吞食苦杏仁致死。


專傢點評


成人一次口服生苦杏仁50-100粒會中毒身亡


最早在唐代孫思邈《千金要方》上記載瞭誤食苦杏仁過量出現中毒的癥狀。


郭海英教授介紹說,杏仁有兩種,一般人們用來煲湯的是“南杏”,也就是甜杏仁,“北杏”就是苦杏仁,苦杏仁常被中醫用來與其他中藥搭配,治療感冒、咳嗽、氣喘、老年慢性氣管炎,以及產婦、老人大便秘結等癥。


苦杏仁有微毒,毒性來自於苦杏仁甙和苦杏仁甙酶,其遇水後產生的氫氰酸是引起中毒的“罪魁禍首”,這兩種物質可以阻斷細胞的呼吸鏈。杏仁的毒性一般多在外皮和杏尖的部位,如果吃下不經處理的杏仁,特別是苦杏仁,中毒的風險很大,一定要注意,食用前一定要咨詢中醫師。


成人一次口服生苦杏仁40-60粒可中毒,50-100粒可致死。通過小白鼠的實驗換算證明,人口服苦杏仁55顆(約60g),含苦杏仁甙約1.8g(約0.024g/kg),會導致死亡。


一般來說超市裡賣的是甜杏仁,一些杏仁茶和杏仁露用的也都是甜杏仁。不過,甜杏仁其實也含有苦杏仁甙,隻不過毒性小很多,並不主張大傢一次性多太吃。


此外,超市中美國大杏仁與有毒的杏仁也不是一回事,這種杏仁又稱扁桃仁,不是真正的杏樹結出來的,而是扁桃的種子,正常食用不會中毒。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















 


艾葉


宮鬥劇殺手鐧4 保胎爭寵


代表藥物:艾葉


安陵容懷孕時,有流產跡象,太醫在她的藥裡加瞭艾葉,同時在房間裡熏艾,說這樣可以止血、保胎。


專傢點評


能消毒、凈化空氣,但艾葉和保胎沒關系


南京市中西醫結合醫院針灸推拿科專傢陶雪芬主治中醫師介紹說,《本草綱目》記載艾葉有散寒止痛、溫經止血的作用,在中醫師的指導下口服可以治療宮寒不孕、月經量大、妊娠期出血。


熏艾可以殺菌、平喘、鎮咳、祛痰、消炎,一般用來熏居室殺滅細菌,提高人體免疫力。而在房間裡熏艾,隻能達到消毒、凈化空氣的作用,和保胎沒有什麼關系。但臨床上常用艾熏至陰穴治療胎位不正,但是需要中醫師親自指導或者操作。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















 


依蘭香


宮鬥劇殺手鐧3 攻心不成則搶人


代表藥物:催情香


安陵容以依蘭香和蛇床子制成“暖情香”,引皇帝夜夜寵幸。自保的甄嬛發起反擊,借安陵容宮中侍女鳶羽兒之手,將“暖情香”塗在百合花蕊上,而含有狐尾蘭花粉的“暖情香”竟是催情之物。皇帝對懷胎的陵容不自覺動情,寵幸過激而導致陵容小產。


專傢點評


原產於東南亞的依蘭香可以說是“催情高手”


專傢介紹說,依蘭香是一種原產於東南亞的植物,具有獨特濃鬱的芳香氣味,廣泛用於香水、香皂和化妝品等,可以舒緩、抗壓、鎮靜,從某種意義上說也是“催情高手”。但在中醫臨床上,依蘭香用得比較少,蛇床子這味中藥雖然有溫腎助陽的功能,但是一般用作湯劑,而且一般是與其他藥一起復方使用,單純地與芳香制劑一起用作“催情”的效果不確定。


在懷孕的一些特殊時段,主要是前三個月和臨產前,夫妻雙方確實不應該過性生活,因此而流產的情況在臨床上也經常見到。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















 


木薯


宮鬥劇殺手鐧2 殺人於無形


代表藥物:木薯粉


華妃發覺皇帝格外愛惜溫宜公主,於是心生一計,利用溫宜公主來陷害甄嬛。溫宜吐奶,太醫懷疑食物傷胃,查出公主所食的馬蹄羹被人換成瞭木薯粉。


專傢點評


木薯的確有毒,即便外用也需要中醫師指導


南京中醫藥大學第二臨床醫學院食療專傢郭海英教授介紹說,木薯在中醫臨床上一般屬於外用藥,比如適量搗爛敷患處,或研末調塗,外用消腫解毒。主治癰疽瘡瘍、淤腫疼痛、跌打損傷、外傷腫痛、疥瘡、頑癬等癥。“即便是外用也需要中醫師指導,因為木薯的確是有毒性的。”郭教授說。


木薯為中國植物圖譜數據庫收錄的有毒植物,全株有毒。僅僅靠煮熟未必能消除木薯的毒性,因為這個度不好把握。


郭海英教授說,木薯含有的有毒物質為亞麻仁苦苷,如果攝入生的或未煮熟的木薯或喝其湯,都有可能引起中毒。中毒後一般會有惡心、嘔吐、頭昏、眼花、頭痛、腹痛、面貌表現恐懼等癥狀,嚴重者可出現面色蒼白、皮膚冰涼、呼吸急促、四肢抽搐,會因呼吸衰竭而死亡。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《甄嬛傳》劇中用藥5大殺手鐧
















《甄嬛傳》中看似柔弱的安陵容其實是個用毒高手。


 


麝香


宮鬥劇殺手鐧1 流產和不孕


代表藥物:麝香、紅花


在甄嬛被貓抓傷臉後,安陵容送瞭她一瓶其中摻有麝香的“舒痕膠”。她塗在皮膚上想淡化疤痕,沒想到卻流產瞭。此外,在劇中華妃乃年羹堯之妹,萬千恩寵卻飛揚跋扈。終日以皇帝寵愛她、還專門為她配“歡宜香”為傲。但其實“歡宜香”內含有大量麝香。長期聞香的華妃終身不孕。華妃聽傳聞說自己流產是端妃陷害,一氣之下強灌瞭端妃一壺藏紅花。如此,端妃也一輩子無子、體虛。安陵容偶遇落寞的齊妃,暗示齊妃夾竹桃是有損胎兒的東西,齊妃聽瞭動起瞭心思,給甄嬛送去瞭一份摻瞭夾竹桃的糕點。太醫說,甄嬛正在喝桂枝湯,夾竹桃加桂枝,會導致流產。


專傢點評


麝香用量用法得當,能治療月經不調導致的不孕癥


南京市中西醫結合醫院婦產科專傢王俊蘭副主任中醫師介紹說,麝香有開竅醒神、活血通經的功效,可用於血淤經閉、風寒濕痹等癥,有開通走竄,可行血中之淤滯的療效。專傢表示,中醫記載中未曾提及因佩戴麝香或聞麝香氣味而導致流產的情況,劇中聞聞麝香便會流產或者不孕不太可能。麝香如果用量得當、用法合適,甚至能治療月經不調導致的不孕癥。


藏紅花有活血化淤、散鬱開結之功效。其性涼、重,可治療許多熱性疾病,一般用於各種肝病、血液病和熱性疾病的治療。動物實驗證實,藏紅花能令子宮興奮收縮,對於孕婦來說,可能會有流產等風險。但電視劇中灌一碗紅花就能讓人絕育,基本不可能出現的。


王俊蘭副主任中醫師介紹說,夾竹桃主要功能為強心利尿、祛痰定喘、鎮痛、祛瘀。孕婦是忌服的。桂枝雖不是屬於孕婦忌服的藥物,但是熱病高熱、陰虛火旺、血熱妄行者都要禁服,孕婦也要慎服。專傢表示,夾竹桃是強心類的藥物,它的葉和根有興奮子宮的作用,服用後可以導致子宮的收縮加強加快;而桂枝同樣可以通經化血,兩者共用,效果會更明顯。所以兩種藥加在一起不排除致使流產的可能。


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《泰坦尼克》女主角瘦身秘訣
















 


3、在淺藍色深水中漂浮慢跑


 


慢跑是凱特·溫斯萊特的瘦身秘訣


凱特-溫斯萊特對健身並不狂熱,她每周在健身房鍛煉3次,她說:“我的小女兒米埃是我快樂和健美的源泉。此外,遊泳和在淺藍色深水中漂浮慢跑也是我的瘦身妙方。”


在我心目中,喜歡挑戰各種角色的凱特-溫斯萊特一直是一個很有智慧的女人,一個能夠推翻“胸大無腦”這一觀點的女人。


我們都知道,女人的漂亮臉蛋兒和美麗身材最終都要還給時間,但那些隨時間而來的智慧和修養卻能成為陪伴女人一生的財富。


在全力保養你的臉蛋兒和身材的同時,全力提升你的智慧和修養吧,隻有這樣你才能幸福一生。


二、20分鐘普拉提伴隨一張DVD成就好身材


 


凱特·溫斯萊特登上《Elle》封面


凱特-溫斯萊特曾在英國版《Elle》擔任 封面女郎時透露瞭她保持身材的秘訣。據說她保持身材的秘訣並不是有個好的健身教練以及每天在健身房鍛煉2個小時,而是:20分鐘普拉提伴隨一張DVD!“我不去健身房,因為我沒有時間,但是每天我都會在傢跟著DVD練普拉提至少20分鐘。我從5年前有瞭第二個孩子Joe後,一直堅持著這樣的習慣。”在飲食方面,凱特說:“在吃的方面,我一直很理性,我從不吃巧克力、餅幹這種高熱量的食物。”


對照以上兩個版本,我們基本可以知道,健康減肥的基本范本,無非就是飲食清淡,不吃刺激性食物,運動無需劇烈,但必須長期堅持。


 


凱特·溫斯萊特盡顯迷人氣質


凱特-溫斯萊特是個謙虛的女人,她認為自己的身材可以稱為“勻稱”:“我有脂肪,還有小肚子,胸部已經開始下垂,當我有瞭孩子後,我以為再也不會有人找我來拍激情戲。”但事實上,她在《革命之路》、《朗讀者》的精彩表演是有目共睹的。凱特-溫斯萊特向世人詮釋的女人美絕不止是《泰坦尼克號》問世以來的15年,而是永恒。







starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






《泰坦尼克》女主角瘦身秘訣
















 


3、在淺藍色深水中漂浮慢跑


 


慢跑是凱特·溫斯萊特的瘦身秘訣


凱特-溫斯萊特對健身並不狂熱,她每周在健身房鍛煉3次,她說:“我的小女兒米埃是我快樂和健美的源泉。此外,遊泳和在淺藍色深水中漂浮慢跑也是我的瘦身妙方。”


在我心目中,喜歡挑戰各種角色的凱特-溫斯萊特一直是一個很有智慧的女人,一個能夠推翻“胸大無腦”這一觀點的女人。


我們都知道,女人的漂亮臉蛋兒和美麗身材最終都要還給時間,但那些隨時間而來的智慧和修養卻能成為陪伴女人一生的財富。


在全力保養你的臉蛋兒和身材的同時,全力提升你的智慧和修養吧,隻有這樣你才能幸福一生。


二、20分鐘普拉提伴隨一張DVD成就好身材


 


凱特·溫斯萊特登上《Elle》封面


凱特-溫斯萊特曾在英國版《Elle》擔任 封面女郎時透露瞭她保持身材的秘訣。據說她保持身材的秘訣並不是有個好的健身教練以及每天在健身房鍛煉2個小時,而是:20分鐘普拉提伴隨一張DVD!“我不去健身房,因為我沒有時間,但是每天我都會在傢跟著DVD練普拉提至少20分鐘。我從5年前有瞭第二個孩子Joe後,一直堅持著這樣的習慣。”在飲食方面,凱特說:“在吃的方面,我一直很理性,我從不吃巧克力、餅幹這種高熱量的食物。”


對照以上兩個版本,我們基本可以知道,健康減肥的基本范本,無非就是飲食清淡,不吃刺激性食物,運動無需劇烈,但必須長期堅持。


 


凱特·溫斯萊特盡顯迷人氣質


凱特-溫斯萊特是個謙虛的女人,她認為自己的身材可以稱為“勻稱”:“我有脂肪,還有小肚子,胸部已經開始下垂,當我有瞭孩子後,我以為再也不會有人找我來拍激情戲。”但事實上,她在《革命之路》、《朗讀者》的精彩表演是有目共睹的。凱特-溫斯萊特向世人詮釋的女人美絕不止是《泰坦尼克號》問世以來的15年,而是永恒。







starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Demokrasi Ekonomi, Siswono Yudo Husodo, dan Kebijakan Ekonomi [EkonomiNet-19]















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

?


 


1314078609677507059


Nilai Rupiah — secara Filosofi Kemerdekaan adalah Nilai Kesejahteraan Sosial yang bisa dinikmati oleh Anak Bangsa.


 


Pemikiran tokoh ini perlu disimak — bagi penulis sejak Siswono berceramah di Pembukaan pameran seni lukis di Kampus UGM di akhir Mei 1995 — ceramah itu berjudul Cerdik Semakin Dekat dengan Licik, Jujur Semakin Dekat dengan Bodoh; isi ceramah itu pun masih relevan dengan keadaan Sosial Ekonomi dan Budaya Indonesia saat ini — tetapi kali ini cukuplah judulnya saja dulu, walaupun tulisan itu juga menyangkut Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945. Tetapi yang mengusik kita untuk memberikan tanggapan adalah, tulisan beliau di Kompas.Com 23 Agustus 2011 berjudul 66 Tahun Ekonomi? Indonesia.


Kedua tulisan itumempunyai benang merah dialektis menerapkan isi Konstitusi ke dalam Kebijakan Ekonomi; tulisan yang pertamadiungkapkan pada Era Orde Baru, dan yang terakhir di Era Reformasi — dalam Pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di mana proses reformasi belum terlaksana sebagaimana Amanat Reformasi 1998.


Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pusaran demokratisasi setelah UUD 1945 di-amendemen — terjadi gejala ketidakmampuan melakukan Penegakkan Hukum secara konsekwen — bandul Negara Hukum berayun-ayun dalam kisaran praktek Negara Kekuasaan; ketidak mampuan melakukan Pemberantasa Budaya Korupsi dalam bingkai managerial — tidak ada time-frame yang sistematis, hanya dilakukan dengan retorika yang menyia-nyiakan waktu periode kepresidenan. Sia-sia.


Rakyat pesimis Kebijakan di bidang Penegakkan Hukum dan Kebijakan Ekonomi akan menjurus kepada target Cita-cita Proklamasi kemerdekaan yang termaktub di dalam Undang-undang Dasar 1945 Amendemen. Periode 10 tahun ini jangan-jangan Indonesia hanya sebatas “survive”, walau pun indikasi Negara Gagal jelas mengepung NKRI.


Adalah Siswono menulis di dalam 66 tahun Ekonomi Indonesia, dikutip dengan ada beberapa bagian saduran :


1.secara gradual sejarah, Pemerintahan Indonesia mencoba menerapkan Cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan berbagai Kebijakan yang konstitusional (UUD 1945-UUD Republik Indonesia Serikat- UUD Sementara1950; hingga kembali ke UUD 1945 setelahDekrit Presiden 5 Juli 1959).


2. Dalam 66 tahun ini, keleluasaan itu telah memunculkan berbagai variasi konsep dan praktik ekonomi.


3.PadaPemerintahan Nasional, di awal hingga pertengahan 1960-an perekonomian cenderung sosialistis. Tekanannya pada pemerataan, perencanaan pembangunan terpusat, dan semangat kemandirian menyala. Penyelenggara negara, yang banyak di antaranya pendiri negara, diwarnai sikap waspada akan kembalinya penjajahan melalui kapitalisme liberalisme yang merupakan induk neokolonialisme dan neoimperialisme.


4Perubahan politik setelah 1965 mengubah corak perekonomian nasional. Penyelenggara negara yang baru berkeyakinan bahwa peran modal asing dibutuhkan dalam pembangunan. Serangkaian program liberalisasi ekonomi dijalankan. Dibandingkan dengan era sebelumnya, perekonomian Orde Baru lebih liberal kapitalistis. Didukung stabilitas politik, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi (7 persen) selama 30 tahun. Kue ekonomi yang membesar meningkatkan kemampuan negara melindungi dan melayani rakyat. Ini tampak dari kebijakan proteksi terhadap petani, pembangunan sekolah, layanan kesehatan dasar sampai pelosok desa, serta aneka infrastruktur.


?


Minimnya transparansi dan pengelolaan bisnis besar pada kroni penguasa yang tak kompeten telah mengantar Orde Baru pada kejatuhannya (1998). Di era reformasi, tak banyak corak perekonomian yang berbeda dari Orde Baru. Yang terasa berbeda: suasana bisnis lebih transparan. Pertumbuhan ekonomi 5-6 persen di tahun-tahun terakhir. Namun, angka kemiskinan dan pengangguran masih tinggi


5.Koefisien Gini tahun 2010 mendekati 0,4 dengan GDP per kapita sekitar 3.000 dollar AS. Ini menunjukkan kondisi ekonomi yang sudah tak berkeadilan. Di masa Orde Baru, koefisien Gini 0,3 dengan GDP per kapita 2.000 dollar AS. Di tengah kesenjangan yang tinggi dan situasi politik yang keras saat ini, opini publik lebih memberi angin pada membagi kue ekonomi yang kecil secara lebih merata dan kurang memberi dukungan pada gagasan memperbesar kue ekonomi nasional. Pandangan ini bisa menjebak kita tetap miskin.


6. Dalam 13 tahun era reformasi, utang luar negeri terus bertambah. Di akhir era Soeharto, utang luar negeri kita 54 miliar dollar AS. Posisi utang luar negeri sampai April 2011 sekitar 128,6 miliar dollar AS dengan sifat utang yang berbunga jauh lebih tinggi, 11 persen per tahun, berjangka lebih pendek (5-10 tahun) dan bersumber dari pasar modal.


Dana membangun infrastruktur amat sedikit: tahun 2011 di bawah Rp 200 triliun. Dana tersedot buat membayar cicilan utang luar negeri dan aneka subsidi serta membiayai birokrasi yang bertambah gemuk dengan munculnya daerah pemekaran. Di tengah angka kemiskinan yang masih tinggi, memang lebih populer membangun kemakmuran dengan utang besar, yang sebenarnya kemudian membenamkannya.


7.Saya (baca, Siswono Yudo Husodo) mendukung gagasan mengurangi subsidi BBM agar negara dapat lebih banyak membangun infrastruktur yang lebih menjanjikan efek lipat ganda. Mengurangi subsidi akan memberi negara kesempatan memfasilitasi rakyat dengan cara lebih baik. Pilihan itu sekilas tampak liberal.


Ke-7 kutipan di atas memberikan penjelasan dan diktum yang perlu pada Kebijakan Pemerintahan Presiden RI Susilo — agar melakukan koreksi dan melakukan Kebijakan Fiskal yang bisa menumbuhkan kesejahteraan dan perekonomian kerakyatan.


Di dalam tulisannya juga Siswono memberikan beberapa gambaran yang secara teoritis dan praktis memang dilakukan di Negara-negara Kapitalis — yang resultantenya adalah bersifat sosialistis, bahkan sebagaimana di praktek-kan oleh Pemerintahan Presiden AS Barack Obama. Terutama dengan Kebijakannya tentangJaminan Asuransi Kesehatan untuk kaum Miskin.


Siswono mengambil contoh beberapa Negara Asia (Timur) yang sukses memadukan Ideologi Konstitusionalnya dengan Kebijakan yang bersifat kapitalistis liberalistis — bahkan dalam kasus Negara Cina, bukan saja praktik itu diselenggarakan di Wilayahnya di Daratan Cina, tetapi kemerdekaan Hongkong tetap dibiarkan menyelenggarakan Pemeritahan dengan Kebijakan Hongkong yang kapitalistis-liberal (didugakalau pun Taiwan suatu saat bergabung dengan Negara Cina Daratan, kiranya Pemerintah Cina akan menggunakan Kebijakan ganda — Ideologi Komunisme-Sosialistis dengan praktek Kebijakan Ekonomi yang sesuai dalam proses globalisasi perekonomian dunia di seluruh negerinya, walaupun terdapat praktik kapitalisme-liberalistis di beberapa wilayahnya).


Kebijakan Ekonomi yang semacam itu mungkin juga dilakukan oleh Negara Vietnam, Kamboja, bahkan mungkin oleh Myanmar.


Siswono juga memberi contoh keberhasilan Republik Singapuradengan sistem satu partai — mengandalkan kebijakan Ekonomi yang Kapitalistis-liberal — menggunakan BUMN-nya dan Tabungan Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Kok bisa ?


Keberhasilan Negara Cina, Korsel, Hongkong, Taiwan, Jepang dan Singapura — Pemerintahnya tegas Anti Korupsi, para koruptor dihukum berat — tidak memandang partai atau bekas presiden, bekas gubernur atau walikota.Hukuman berat bagi Koruptor, bahkan diberi hukuman mati.


Ada yang perlu kita lengkapi dari tulisan Siswono — karena relevansi dan konsistensinya dalam kesadaran berkonstitusi, ia tergolong salah seorang tokoh yang berjiwa Negarawan di luar Pemerintahan.Yakni apa yang tertera pada konstitusi Undang-undang Dasar 1945 Amendemen :


1.Jelas Ideologi Negara bagi Rakyat Indonesia dan PemerintahRI, pada Preambule sejak kalimat pertama paragraf pertama hingga akhir kalimat : “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan …………………………, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “. Artinya resultante Kebijakan Pemeritah haruslah Keadilan Sosial.


2.Bab I Pasal 1 Ayat 1 : “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik “—- Jelas Res Publika, untuk Kepentingan Publik, untuk kepentingan Rakyat, untuk kepentingan masyarakat. Ayat (3) : “ Negara Indonesia adalah Negara hukum.”


3.Bab XIV PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL, Pasal 33 Ayat (1) sampai (5)jelas merupakan Grondslag dari pada Kebijakan Ekonomi Pemerintah secara konstitusional — bersifat koperatif, korporatif , progresif, sustainable, dan keseimbangandalam kemajuan serta kesatuan ekonomi nasional. Pasal 34 adalah sistem yang memandu Kebijakan Permerintah bahwa hasil pembangunan, pertumbuhan ekonomi harus bersifat sosialistis.


Kebijakan Pemerintahan harus Konstitusional baik Isi managerialnya maupun resultantenya —- apabila resultantenya bertentangan dengan Cita-cita Konstitusi maka tergolong Kebijakan dan Tindakan Inkonstitusional.


Pemerintah, Birokrasi, Para Manager BUMN, dan Lembagayang mengelola APBN atauAset Negaraapabila Kebijakan dan Tindakannya menyebabkan Negara dirugikan harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Negara Hukum.


Seperti juga Siswono — kita juga sependapat dengan Kata-kata Bijak Deng Xiaopeng : “ Tidak peduli warna kucing hitam atau putih — yang terpenting ia mampu menerkam tikus “.


Kita kutipkan kalimat terakhir Siswono pada tulisannya itu — karena percuma Kebijakan Ekonomi apapun yang dibuat, akan sia-sia, apabila Budaya Korupsi tidak mampu di-enyahkan dari pemerintahan di Indonesia — tindakan koruptif hanya bisa timbul dari Mismanagement.


Berikut kalimat Siswono Yudo Husodo :


Dengan praktik berbeda, perekonomian masa Soekarno dan Soeharto gagal karena mismanajemen politik dan ekonomi. Mau berjalan ke mana perekonomian Indonesia nanti juga ditentukan kemauan kita membenahi sikap mental, etos kerja, dan semangat kejuangan merebut berbagai peluang di era globalisasi ini. Pemberantasan korupsi dan suap di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta di masyarakat sangat menentukan kemajuan dan kemakmuran negara dan bangsa kita.


Memang — Merdeka ! [MWA].


*)Foto ex Internet


?


?


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Demo Buruh: Siapa yang Untung dan Siapa yang Buntung?















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

1326699623743414918


Setiap bulan Januari, hampir selalu terjadi keributan di berbagai kota menyangkut penetapan Upah Minimum. Dan senjata buruh selalu menggelar demonstrasi besar-besaran, yang memacetkan jalanan utama kota bahkan menutup akses ke berbagai tujuan strategis. Kalau sudah begini, yang jadi korban masyarakat banyak, pengguna jalan, pekerja, anak-anak sekolah, pedagang, sopir angkutan umum, semua akan mengalami dampak demo itu.


Minggu lalu, buruh di kabupaten Bekasi sudah menggelar demo besar-besaran di kawasan Cibitung. Customer kami sampai terpaksa meliburkan semua karyawannya karena akses masuk menuju tempat kerja mereka tertutup lautan pendemo. Rencananya, menurut berita yang sudah disebar melalu BBM, para buruh itu akan menggelar demo lanjutan mulai hari Senin sampai Kamis, tanggal 16 – 19 Januari. Semua buruh di kawasan Bekasi-Tambun-Cibitung dihimbau untuk ikut demo dengan rute hampir semua kawasan industri di Bekasi dan sekitarnya. Tak cukup hanya 4 hari, rencananya demo akan dilanjutkan pada tanggal 24 dan 26 Januari dan yang terbesar akan dikerahkan pada 31 Januari 2012.


132669970033757637


Himbauan demo buruh yang bikin warga Bekasi panik


 


Membaca seruan demo ini, ada sekolah di Bekasi yang terpaksa mengambil keputusan meliburkan siswanya demi keselamatan siswa. Sebab kabarnya demo akan dimulai jam 6 pagi, saat dimana anak sekolah baru akan berangkat. Tak terbayang apa jadinya kalau demo itu benar-benar di gelar. Syukurlah semalam saya mendengar kabarnya rencana demo itu dibatalkan. Entah seterusnya atau hanya sekedar cooling down saja. Yang jelas, rencana demo itu mengerikan buat masyarakat yang butuh menjalankan aktivitasnya dengan tenang. Kemacetan rutin, jalanan rusak, sisa genangan air hujan, tumpukan sampah yang beraroma tak sedap, teriknya mentari, semua itu saja sudah cukup melelahkan dan bikin stress warga, apalagi masih ditambah kemacetan total akibat demo yang belum tentu tidak anarkhis. Bisa-bisa batu melayang salah sasaran kena kaca mobil.


Demo buruh itu sendiri dipicu gugatan PTUN Apindo Kabupaten Bekasi yang akan menggugat SK Gubernur Jawa Barat yang telah menetapkan UMK Kabupaten Bekasi untuk tahun 2012, yang menajadi UMK tertinggi dibandingkan 26 Kabupaten/Kota se-Propinsi Jawa Barat. Kalau dicermati, UMK Kabupaten Bekasi tahun 2011 sebesar Rp. 1.286.421,- kini naik sebesar 16% menjadi Rp. 1.491.886,-. Dewan Pengupahan Kota Bekasi juga membuat upah minimum kelompok industri. Kelompok pertama yang terdiri dari industri logam, mesin, otomotif, kertas, minyak goreng, kimia, plastik dan karet di luar alat rumah tangga ditetapkan Rp 1.849.913,- (naik 43,8%). Sedangkan, kelompok dua yang terdiri dari industri elektronik, usaha kayu penetapan upah minimum Rp 1.715.645,- (naik 33,3%). Apindo menduga penetapan UMK ini tidak mempertimbangkan hasil survey mengenai KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang telah dilakukan bersama akademisi, yang nilainya Rp. 1.355.422,- (naik 5,36% dari UMK 2011).


Buruh mengusung issu “pemiskinan” untuk menyebut upaya banding yang dilakukan Apindo. Dan issu seperti ini – dimana kondisi perekonomian negara memang sedang sulit, rakyat miskin makin banyak, biaya hidup makin mahal – laris manis bak kacang goreng jika dijual ke kalangan buruh. Tapi benarkah upaya Apindo itu suatu bentuk pemiskinan? Apakah kini kewajiban menghapuskan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat sudah beralih ke tangan para pengusaha?


Presiden sendiri sudah menyebut “keberhasilan” pemerintahannya adalah dengan peningkatan perekonomian sebesar 6,3%. Laju inflasi juga bisa ditekan di angka 6%-an. Nah, dengan kondisi seperti ini, wajarkah kenaikan upah sebesar 16% – 43,8%? Bukankah upah bisa naik jika terjadi peningkatan produktivitas, peningkatan sales dan efisiensi atau setidaknya salah satu dari 3 unsur itu? Dan tentu tidak mungkin pula jika kenaikan sales hanya 6% maka kenaikan upah 16%. Jika efisiensi yang dilakukan hanya mampu meredusir biaya 3%, tentu tak mungkin menaikkan biaya personil 30%. Kalau produktivitas hanya naik 5%, tentu mustahil memberikan kompensasi 43%.


Belum lagi, kenaikan UMK itu tak hanya berdampak pada upah pokok saja. Premi Jamsostek akan naik 7,89% bagi pekerja lajang dan naik 10,89% bagi pekerja yang sudah berkeluarga. Besaran THR dan cadangan pasca kerja (pesangon) serta upah lembur pun akan naik dengan prosentase yang sama. Jadi, bisa dibayangkan seperti apa besarnya beban yang harus ditanggung seorang pengusaha. Sementara, dalam kondisi dimana tingkat pertumbuhan ekonomi hanya berkembang 6% saja, sulit melakukan ekspansi pasar sampai lebih dari 10%. Tidak mungkin juga menaikkan harga jual barang dan jasa sampai lebih dari 6% jika tingkat inflasi hanya berkisar 6%. Bisa-bisa produk yang dijual malah tak laku, kalah bersaing dengan produk lain yang tidak mengalami kenaikan.


13266998191132584662


Upah naik 100%? Sudahkah produktivitas naik 2x lipat?


 


Sekarang mari kita cermati produktvitas buruh Indonesia pada umumnya. Survey yang dilakukan di pabrik kemeja Arrow yang ada di Indonesia dan Hongkong, dengan melibatkan pekerja yang latar belakang pendidikannya sama, diberikan pelatihan yang sama persis, bekerja dengan fasilitas mesin-mesin yang sama, dengan kecepatan ban berjalan sama, ternyata buruh di Indonesia dalam 8 jam menghasilkan 9 potong kemeja sedang buruh di Hongkong hasilnya 18 potong kemeja. Wow, 2x lipat! Atau kita yang cuma setengahnya?


Lain lagi di industri otomotif Toyota. Pekerja di pabrik mobil Toyota di Jepang mampu merakit 1 unit mobil tiap 6 menit, artinya sejam di produksi 10 unit mobil, sedang di pabrik Toyota di Indonesia hanya mampu menghasilkan 1 unit mobil dalam 1,5 jam atau 90 menit. Sangat jauh, 1 : 15! Itu sebabnya Indonesia disebut soft nation, sedangkan negara-negara China, Korea, Jepang disebut taft nation. Jadi sudah jelas bedanya : yang (lemah) lembut VS yang tangguh.


Padahal, di dunia industri yang menentukan suatu industri tetap bertahan hidup atau tidak adalah “daya saing”, yaitu tingkat produktivitas yang diwujudkan dalam bentuk kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Jadi, kalau kemampuan kita menghasilkan produk dari sisi kuantitas saja hanya separuh bahkan 1/15 dari negara lain di Asia, maka tentunya sulit dipikir dengan logika jika upah kita harus disetarakan dengan upah pekerja di negara lain yang tingkat produktivitasnya tinggi. Itu baru kuantitas, kualitas apalagi. Dari penelitian yang dilakukan, yang disebut penyebab rendahnya produktivitas adalah etos kerja dan lingkungan. Sudah bukan rahasia lagi jika di Indonesia persoalan keluarga masih sangat berpengaruh pada tingkat kehadiran dan produktivitas kerja. Terutama pada pekerja wanita.


Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak perusahaan asing semacam Sony, Nike, yang memilih hengkang dari Indonesia. Bahkan Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry pun ogah membuka pabrik di Indonesia, kendati Menkominfo ngotot pengguna BB di Indonesia adalah yang terbesar. Tiap tahun setidaknya 1,4 juat unit BB terjual di Indonesia, sedang di Malaysia hanya 1/10-nya saja. Tapi alasan ini toh tak membuat RIM memilih Indonesia sebagai tempat investasinya. Kenapa perusahaan asing itu ogah berinvestasi di sini dan yang sudah disini malah kabur? Jawabnya sederhana : tidak kompetitif! Produktivitas rendah, tapi tuntutannya upah tinggi.


Iklim investasi di Indonesia yang tidak sehat, berbelitnya birokrasi, tidak adanya kepastian hukum, rumitnya perijinan, itu semua faktor awal yang membuat investor enggan membuka usaha di negera kita. Kalau sudah terlanjur buka usaha, nyaris setiap tahun mereka harus bersitegang dengan buruh. Para buruh terus menuntut kenaikan upah sementara produktivitas mereka tidak naik. Dan tuntutan ini selalu diajukan dengan cara-cara demo, mogok kerja, mensabotase produksi bahkan terkadang merusak fasilitas produksi. Produktivitas yang rendah jadi makin terpuruk lagi.


Belum lagi buruh di Indonesia terkenal disiplinnya rendah. Jika diberlakukan aturan yang ketat dengan sanksi yang tegas, buruh cenderung menolak. Bahkan terkadang berlaku solidaritas salah kaprah : jika ada temannya yang di-PHK, yang lain mogok menuntut temannya dipekerjakan lagi. Padahal, ketika TKI kita bekerja di Singapore, Hongkong, Jepang, Korea, mereka bisa mematuhi aturan disiplin tepat waktu, larangan merokok dan membuang sampah sembarangan, dll. Kenapa bisa begitu? Ya, karena di negara-negara itu penegakan hukum berjalan dan sanksi tegas diberlakukan bagi pelanggarnya. Di negara sendiri, jumlah buruh yang mayoritas justru dijadikan kekuatan untuk menekan perusahaan agar menganulir aturan yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan buruh. Jadilah terkadang buruh justru mendiktekan kehendaknya pada pengusaha.


Buruh mudah sekali “digosok” dan “ditunggangi” berbagai kepentingan, dan dimobilisir menjadi kekuatan yang melumpuhkan. Coba saja amati setiap terjadi demo buruh, perusahaan yang sebenarnya tak mengalami konflik dengan buruhnya akan tetap dipaksa untuk mengijinkan buruhnya berdemo. Buruh yang tak tertarik ikut demo pun akan dihasut dan diintimidasi bila tetap bekerja. Bahkan tanpa sebab, tanpa di picu konflik apapun, tiap 1 Mei buruh pasti memanfaatkan moment ini untuk menggelar demo besar-besaran. Ada atau tidak ada masalah, selalu sudah tersedia issu untuk diusung. Kadang tuntutannya : minta 1 Mei diliburkan! Padahal, di negara lain tak ada libur khusus hari buruh. Sebenarnya siapa yang memperalat buruh?


Dalam hal penetapan UMK, akhir-akhir ini juga diwarnai issu politik. UMK sudah jadi komoditas politik baru. Di Bekasi, tahun 2012 ini akan dilangsungkan Pilkada untuk memilih Bupati baru. Dan Bupati incumbent ikut mencalonkan diri kembali. Tentu bisa dipahami jika beliau butuh “issu” untuk mendongkrak citranya. Maka tak heran jika kenaikan UMK di Kabupaten Bekasi menjadi terbesar dibanding 26 kota lainnya di Jabar. Prosentasi kenaikannya pun tidak masuk akal, antara 16% - 43,8%. Jika ditotal dengan dampak lain : kenaikan premi Jamsostek, THR, pasca kerja. Upah lembur, bisa jadi kenaikan biaya personil mencapai 45% - 100%. Perusahaan mana yang mampu mengejar kenaikan upah sebesar itu dalam kondisi ekonomi tak terlalu menggembirakan ini?


Bisa saja Pemerintah hanya mempertimbangkan satu sisi saja supaya disebut pro-rakyat, tanpa mempertimbangkan kelangsungan usaha. Tapi pengusaha pun tentu akan berpikir ulang. Mereka akan melakukan efisiensi sampai 50% agar tetap bisa tersisa profit. Ujung-ujungnya malah pengurangan tenaga kerja. Teman saya yang bekerja di perusahaan asing di kawasan Cikarang bilang, perusahaannya kini mempertimbangkan automacy, mengganti tenaga kerja buruh dengan mesin yang jauh lebih produktif dan tidak rewel. Perusahaan skala kecil yang modalnya pas-pasan, bisa jadi langsung memilih tutup bila dipaksa begini. Logikanya : jika saya punya modal cuma 2 – 3 milyar, membuka usaha dengan mempekerjakan 100-200 orang, keuntungan saya tak seberapa lalu kini diharuskan menambah pengeluaran biaya tenaga kerja 45%-an, mungkin saya akan berpikir realistis : tutup saja. Saya jual semua asset lalu saya depositokan. Untuk apa membuka usaha jika hasilnya defisit?


Nah, kalo ujung-ujungnya PHK, bukankah buruh juga yang dirugikan? Pengangguran meningkat, tingkat kriminalitas pun naik, penyakit masyarakat pun makin banyak. Lagi-lagi masyarakat dan pemerintah setempat yang ikut menanggung akibatnya. Seharusnya Pemerintah daerah berpikir jernih sebelum memutuskan kebijakan yang sifatnya populis. Jangan sampai seperti seorang petani yang memiliki seekor angsa bertelur emas. Setiap hari angsanya bertelur 1 butir saja. Petani yang tak sabar ingin cepat kaya berpikir “kalau kusembelih angsa ini, tentu aku bisa menemukan berpuluh-puluh telur emas diperutnya”. Maka disembelihnya angsa itu dan betapa kecewanya si petani ketika di perut angsa tak ada persediaan telur satupun. Rupanya telur itu hanya “diproduksi” 1 butir setiap hari, setelah angsa diberi cukup makan.


Nah, akankah Pemerintah menjadi eksekutor yang menyembelih angsa-angsa di daerahnya? Akankah para buruh menjadi petani yang kecewa karena ujung-ujungnya perusahaan tempat kerja mereka malah melakukan efisiensi dan PHK? Semoga semua pihak bisa menyikapi dengan bijak dan bisa memelihara “sawah ladang” tempatnya mencangkul dan bercocok tanam. Meski kecil, setidaknya ladang itu masih menghasilkan.


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Degeuwo Menyuburkan Bencana















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

Tahun 2003 ke bawah, Degeuwo adalah sebuah wilayah yang tidak dikenal orang. Daerah yang terisolasi, tanah kermat yang paling menakutkan bagi warga di luar Degeuwo di sekitar Kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Dogiyai. Namun, ketika seorang petani mendapat butiran-butiran emas saat mencabut tanaman kacang tanah miliknya pada 2003, daerah itu berubah wajah.


Selama 1 tahun (2003-2004), warga setempat mendulang secara tradisional, tanpa orang luar. Selanjutnya, sejak tahun 2004 akhir, berita tentang biji-biji emas di tanah keramat itu mulai menyebar luas. Orang dari sejumlah pelosok di seluruh tanah air Indonesia datang dan mulai mendirikan tenda di kawasan itu (mulai mendirikan kios, kafe, dan karaoke). Degeuwo seketika menjadi kota besar. Lokasi penambangan tradisional Degeuwo sebagian besar termasuk dalam wilayah administrasi Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai. Lokasi penambangan ini berada tepat di pinggiran Sungai Degeuwo, maka disebut penambangan emas Degeuwo. Untuk menuju Degeuwo, harus menggunakan helikopter dari Nabire. Kini, lapangan terbang milik swasta telah dibangun di sana. Jalan kaki dari Enarotali, Paniai ditempuh dalam waktu 4-5 hari untuk menuju ke tempat pendulangan.


Tidak Hanya Dulang
Magaibo (45), warga Degeiwo beberapa pekan lalu di Nabire bercerita, selain menambang, banyak pendatang datang tidak hanya untuk dulang. Ada yang usaha biliar. Lalu, di biliar itu banyak perempuan. Banyak orang di biliar itu. Ada juga karaoke.


Ketua Aliansi Intelektual Suku Wolani dan Moni (AISWM), Thobias Bagubau di Nabire mengatakan, dari hasil kunjungannya di Degeuwo tercatat bahwa 27 kafe, 24 tempat biliar, 20 rumah pekerja seks komersial, kios pengusaha illegal 70 lebih, tempat jual minuman keras banyak. Dia juga mengatakan, di sana terdapat juga sarana TNI dan Brimob. “Ini bahaya sekali,” katanya.


Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay mengatakan, perlahan-lahan persoalan sosial muncul. Ada pula perempuan yang dibawa ke wilayah operasi tambang itu dan menjadi pelacur. Dampak pelacuran, meski tersembunyi, kian marak dan penyebaran virus HIV dan AIDS terus merebak. Minuman keras dan hutan di sekitar wilayah penambangan rusak.


Melihat kondisi Degeuwo itu, berbagai pihak mengecam pengusaha tambang emas di Degeuwo. Pengusaha mendatangkan pekerja seks komersial di lokasi pertambangan dan memicu penularan HIV dan AIDS. Banyak pihak menilai, pengusaha di Degeuwo membuat rakyat menderita bukan hanya karena tanah adat diambil tanpa membayar tetapi juga karena miras dan penyakit. Sementara hutan juga hancur.


Data yang dihimpun Tabloid Suara Perempuan Papua menunjukkan bahwa pengusaha telah mendatangkan 430 PSK ke Degeuwo. Pekerja seks komersial ditempatkan di sejumlah rumah bordir di sekitar pertambangan. Dinilai, PSK didatangkan oleh pengusaha dan di-back up oleh aparat.


Harga barang di sana sangat mahal. “Mereka anggap semua orang di sini dulang. Padahal ada warga yang tidak dulang. Para pendatang kuasai pasar. Kami tidak bisa apa-apa. Mereka mendirikan kios-kios dengan harga barang di atas kewajaran. Beras satu kilo mereka jual dengan harga Rp50.000. Silet merk tatra 1 buah dijual dengan harga Rp10.000;. Harga sangat mahal. Kami setengah mati,” kata Magaibo bersaksi.


Salah satu warga, Stef (29) di Paniai (Senin, 11/8) mengelukan soal ratusan wanita penghibur yang didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Pengusaha datangkan Wanita Pekerja Seks Liar (WPSL) di sana. “Perempuan banyak,. Di sana terdapat ratusan tempat hiburan. Kafe, karaoke dan biliar yang disediakan juga minuman keras dan pelayannya adalah para wanita.


“Saya lihat, banyak warga lokal yang masuk di bar-bar. Mereka jajan di sana (berhubungan seks:red). Masuk di bar itukan stor emas. Kita bisa stor 2 gram sekali grak, hehe… Padahal, 2 gram itu kita dapat dengan stengah mati bru,” kata Stef.


Soal minuman keras, John NR Gobay mengatakan, peredaran minuman beralkohol yang dikirim dari Nabire dengan menggunakan jasa Helikopter makin meresahkan warga setempat. Minuman keras (miras) juga ikut memicu keributan dan dampak sosial lainnya. Ia menuding, miras merupakan rejeki bagi oknum aparat kepolisian, baik di KP3 Udara (Polsek Bandara Nabire) maupun di lokasi pendulangan. Setiap ada pemasokan miras, ada setoran Rp 500.000/karton.


Terkait miras dan WPSL, Ketua DAP Wilayah Meepago, Benny Edoway mempertanyakan kunjungan DPRP pada Desember 2009. “DPRP sudah turum pada Desember 2009. Saat itu kami sudah beri laporan tetapi tidak ada reaksi. Kami mau, pemerintah stop pendulangan. Bubarkan semua orang di Degeuwo. Kami mau tenang di tanah kami. Kami lihat semua kacau balau. Kami terancam habis di atas kekayaan kami. Pemerintah provinsi tolong buka mata,“katanya.


Sisakan Bahaya Merkuri
Hal lain yang dikeluhkan Stef (29) yang baru saja tiba di kota Enarotali (Senin, 11/8) dari tempat pendulangan adalah penggunaan air raksa atau merkuri (Hg) untuk memisahkan emas dan kotoran lain di tempat pendulangan.


Katanya, dulu, saat belum ada orang luar, warga mendulang tanpa menggunakan alat apa pun. Warga dulang secara manual tanpa mesin dan bahan kimia. Tetapi, kedatangan orang-orang luar Papua membawa juga mesin dan bahan kimia pemisah emas, merkuri. “Kami merasa kalah saing dengan mereka yang datang dari luar. Lalu, sebagai gantinya kami memilih menggunakan air raksa atau merkuri. Itu pun kalau ke kota dan beli,” katanya.


Bahan berbahaya itu digunakan untuk mengikat emas dalam bentuk amalgam. Emas kemudian dibebaskan lagi dengan menguapkan merkuri melalui cara pemanasan. “Harga merkuri memang mahal, namun lebih cepat. Satu ember pasir bercampur emas jika didulang dengan lenggangan butuh waktu berhari-hari, namun jika menggunakan satu ons merkuri seharga Rp300.000 hanya butuh waktu satu jam,” kata Stef.


“Dengan cara ini, lumayan cepat dan ada hasil. Tetapi, saya baru tahu kalau bahan itu berbahaya untuk manusia dan alam. Saya jadi tahu bahwa ternyata penambangan emas di Degeuwo itu telah menjadi sumber pencemaran merkuri,” kata lelaki beranak satu itu.


Jhon NR. Gobay telah lama berteriak soal merkuri dan soal lain di Degeuwo. Dikeluhkan, merkuri telah mencemari kali-kali yang menjadi sumber mata air warga di sana (warga setempat). Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Benny Edoway juga berkomentar soal bahaya merkuri.


“Warga pendulang emas di degeuwo harus meminum air yang tercemar merkuri itu karena tidak ada pilihan lain. Dewan Adat tahu kalau air yang tercemar merkuri itu berbahaya dikonsumsi, tetapi masalahnya kali-kali itu telah menjadi mata air warga di sana untuk konsumsi sehari-hari. Kami tidak tahu berapa kadar merkurinya, tetapi kami yakin air minum dan juga ikan-ikan yang biasa dimakan warga telah tercemar merkuri,” kata Edoway.


Benny Edoway membantah pernyataan Kepala Kepolisian Papua Bekto Suprapto yang mengatakan, aktivitas penambangan emas di Paniai dan Nabire tidak mencemari lingkungan seperti yang dilangsir KBR68H Jakarta, 24 Februari 2010 lalu. “Dia hanya lihat-lihat dari helicopter lalu mengatakan pendulang tidak memakai mercuri. Padahal kenyataannya, pendulang pakai merkuri,” kata Benny.


Sebelumnya Solidaritas Penyelamatan Tanah, Hutan dan Orang Asli Papua (Setahap) dan Dewan Adat Paniai meminta Pemerintah Daerah Papua segera menutup penambangan emas liar Paniai. Alasannya, selain tidak punya izin, Sungai Degeuwo menjadi tercemar dengan merkuri dan arsenic gara-gara aktivitas itu. Tanah yang dulu subur kini menjadi tandus dan gersang. John Gobay juga meminta aktivitas 50-an pendulang emas liar dihentikan. “Pinggiran sungai sudah terkikis akibat alat berat yang digunakan para pendulang ,” katanya.


Gobay juga menuturkan, aktifitas penambangan emas liar yang sudah berlangsung sejak 2002 telah mengabaikan hak-hak masyarakat adat, misalnya hak atas tanahnya dan juga pengabaian atas pembagian kompensasi hasil pendulangan emas.


Direktur Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema), Hanok Pigai, S.E., di Nabire mengatakan, belasan sungai di Degeuwo telah tercemar merkuri, dan rata-rata telah melampaui ambang batas. Di setiap kali itu sekurangnya terdapat 60 unit mesin milik penambang emas warga pendatang yang beroperasi. Di Nonouwo Dide jumlah penambang banyak dan 480 unit mesin. Jadi, dalam tiga bulan setiap mesin membuang satu kilogram merkuri. Artinya, mereka membuang merkuri sekitar dua ton. Kalikan saja sendiri secara matematis. Betapa bahayanya,” kata Hanok.


Kembali Edoway mengutip hasil penelitian Moses Nicodemos, kadar merkuri di permukaan air kali-kali tersebut itu sudah mencapai 0,008 miligram per liter padahal, ambang batasnya 0,001 miligram per liter. Yuliana Pakan, S.T., alumna Teknik Industri, Jurusan Kimia dari Universitas Kristen Paulus Makassar membenarkan adanya ambang batas air.


Katanya, jika sudah melewati 0,008 miligram itu sudah berbahaya bagi manusia. “Yang jelas, ada ambang batas. Ada aturannya. Lewat dari aturan ada batasnya. Itu tugasnya, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Merkuri itu salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Jadi, berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar ini, misalnya aktivitas penambangan yang dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton / tahun,” kata Pakan.


Gejala-gejala yang diakibatkan oleh tercemar merkuri seperti ayan, tangan gemetar, pelupa, mati rasa, sulit tidur, sakit kepala terus-menerus, serta berkurangnya pendengaran dan penglihatan, dan juga cacat janin bagi ibu hamil.


Pada kesempatan yang berbeda, kepada wartawan (Kamis, 28/8), Alumnna Geofisika dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta Riyanawati, S.Si., mengungkapkan khawatirannya atas penggunaan merkuri di pendulangan emas Degeuwo. “Merkuri itu zat kimia yang sangat berbahaya. Bahanyanya tidak bisa langsung tetapi lima enam tahun ke depan. Pada pH rendah, merkuri menjadi larut dan diubah oleh jasad renik menjadi metilmerkuri yang stabil, sukar diurai, sangat beracun, dan larut dalam air,” kata Riyanawati.


Polisi Mengeruk
Beberapa warga mengeluh, polisi sering mengeruk. “Jika terjadi masalah tanah (hak ulayat) polisi membela pengusaha. Kami ditakuti dengan senjata. Padahal itu tanah kami. Pengusaha bayar polisi,” kata Paulus berkisah.


”Kami minta Rp15 juta, mereka bayar Rp10 juta. Dong tipu banyak. Dong kasih kami Rp 10 juta dengan lembaran uang seratusan, tetapi sisanya dong bayar pakai puluhan ribu. Kami tidak tahu hitung. Pada waktu itu polisi bilang, ‘itu uang banyak itu kami minta apa lagi’. Kami tidak tahu hitung, maka percaya saja. Apalagi polisi takuti kami saat membayar,” kata Magaibo warga Degeuwo di Nabire belum lama ini.


Kapolres Paniai, AKBP Mirzal Alwi, S.Ik mengatakan, aparat kepolisian sering ditugaskan di Bayabiru dalam rangka mengawasi keamanan di lokasi pendulangan dan sekitarnya. “Di lokasi pendulangan harus ada aparat keamanan. Kalau tidak ada, siapa yang mau amankan jika ada terjadi apa-apa,”kata Alwi.


Dikabarkan, Mirzal Alwi pernah berjanji , jika ada anggota yang bertindak diluar prosedur dan melanggar aturan, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, dinilai warga, polisi berlaku di luar prosedur tetapi jarang diproses sesuai aturan walaupun ada laporan warga.


Degeuwo Tutup
Berbagai pihak merekomendasikan pemerintah Kabupaten Nabire dan Paniai bersama pemerintah provinsi Papua duduk bersama untuk membicarakan berbagai soal ini dan menutup pertambangan itu. Banyak pihak menilai, jika tidak ditutupi wilayah itu benar-benar mengancam. Dinilai berbagai kunjungan yang dilakukan oleh DPRP provinsi Komisi A pemerintah Paniai, Pemerintah Nabire, dan pekerja kemanusiaan belum membuahkan hasil keputusan yang jelas.


“Membicarakan untuk tutup Degeuwo adalah hal urgen. Bubarkan seluruh aktivitas di sana. Bubarkan semua orang yang ada di sana,” kata Dewan Adat Wilayah Mepago, Benny Edoway.


Anggota Komisi A DPRP, Harun Agimbau beberapa waktu lalu berkomentar, masalah ini sudah sangat urgen, sebab menuju pada genoside orang asli Papua, terutama wilayah di distrik Biandoga dan Bogobaya (pintu masuk Paniai). Di sisi lain ada berbagai lokalisasi dan tempat-tempat hiburan yang tidak membangun,” katanya.


Ia menyesalkan adanya upaya Polda Papua, walaupun sudah turun ke lapangan namun belum dapat menindak tegas pelaku-pelaku yang merusak tanah dan warga asli Papua di Degeuwo. Katanya, kemungkinan ada kekuatan besar yang bermain di sana seperti militer,” katanya.


Katanya, hasil kunjungan DPRP pada Desember 2009 sudah dilaporkan ke Presiden Indonesia, dan pihak-pihak terkait di Jakarta, termasuk Polri dan Kasad TNI. “Kami sudah laporkan ke pemerintah pusat tetapi belum ada reaksi juga,” katanya.


Anggota DPRD Nabire, Henky Kegou, S.H. mengatakan (Senin, 25/8) di Nabire mengatakan, pendulangan di Degeuwo itu tidak menguntungkan bagi rakyat maupun pemerintah. “Kalau tidak menguntungkan untuk apa pengusaha-pengusaha itu dibiarkan merusak moral rakyat dan hutan di sana. DPRD Nabire terus memantau pendulangan itu dan benar-benar merugikan. Kita harus tutup,” katanya.


Kata Henky, basecamp Helikopten di Nabire tetapi tidak ada sumbangan untuk pemerintah juga. “Kita harus hentikan jalur transportasi helikopter lewat Kabupaten Mimika, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Paniai serta Kabupaten Nabire.


Ketua Komisi A DPRP, Ruben Magai mengatakan, pengusaha di sana nakal. “Pengusaha di sana agak nakal. Tampaknya ada dukungan oknum dari militer atau kepolisian. Surat edaran Bupati Paniai pada akhir 2009 saja tidak dianggap. Mereka mau dengar siapa. Tidak ada sumbangan bagi pembangunan. Kalau kita mau selamatkan manusia dan alam di sana, solusinya tutup,” kata Magai. ***


Dari blog pribadi saya, http://www.yerifile.co.cc untuk http://www.kompasiana.com






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Data Kemiskinan Berbeda-Beda! Mana Nih yang Lebih Akurat?















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

 


13297271161939833310


povertykayceen.blogspot.com


 


Konsep dan definisi kemiskinan sifatnya beragam, mulai dari ketidakmampuan manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki keadaan, kurangnya kesempatan untuk berusaha dan sampai pada pengertian luas yang memasukkan aspek sosial – moral. Kemiskinan dipandang sebagai suatu keadaan yang terkait sikap, budaya hidup dan lingkungan dalam suatu masyarakat. Selain itu juga dianggap sebagai ketidakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintahan sehingga mereka berasa di posisi yang lemah dan tereksploitasi. Inilah yang dinamakan kemiskinan struktural.


Tetapi pada umumnya, ketika kemiskinan dibicarakan, yang dimaksud adalah kemiskinan material. Dengan pengertian ini, maka seseorang masuk dalam kategori miskin apabila tidak mampu memenuhi standar minimum kebutuhan pokok untuk dapat? hidup secara layak. Ini yang sering disebut dengan kemiskinan konsumsi yang terkait pula dengan daya beli.


Masalah kemiskinan di Indonesia merupakan masalah abadi yang tak kunjung usai. Begitu pula pemetaan, sistem dan bagaimana pengentasannya pun masih abu-abu dan biasanya hanya sebatas wacana dan formalitas. Wacana pengentasan kemiskinan satu atap atau terpusat pun masih sebatas kajian.


Kemiskinan struktural bukan sesuatu yang incidental, oleh karena itu penyelesaian masalah kemiskinan di Indonesia pun hendaknya dilakukan secara terstruktur dan bersistem, tidak hanya dengan bantuan sosial yang sifatnya ‘kagetan’. Jauh lebih penting bagaimana merancang sistem perekonomian, kebijakan negara agar versi manapun yang dipakai, jangan sampai kesenjangan kaya dan miskin semakin lebar.


Selama ini biasanya pemerintah menggunakan data BPS sebagai rujukan berapa kuantitas kemiskinan. Data BPS ini berbeda dengan data kemiskinan dari Asian Development Bank dan World Bank, karena parameter dalam menentukan kemiskinan untuk masing-masing pihak yang mengadakan survey berbeda-beda.


Parameter kemiskinan yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dianggap tidak masuk akal, terlalu rendah dan hendaknya perlu direvisi. Survey sosial ekonomi nasional BPS terakhir masih memakai dua parameter klasik yakni kebutuhan dan pendapatan rakyat. BPS menyebutkan jika warga tidak mampu memenuhi kebutuhan 2.100 kilokalori per hari, serta kebutuhan dasar minimal untuk non-makanan Rp 212.000 per bulan, maka masuk kategori miskin. Sehingga berdasarkan data BPS, jumlah orang miskin di Indonesia adalah 30,02 juta orang dengan sebaran di perkotaan 11,05 juta orang dan di pedesaan 18,97 juta orang.


1329726745773556266


1329726792621435012


tanjabbarkab.bps.go.id


 


Sebaran persentase kemiskinan di masing-masing provinsi adalah sebagai berikut


1329810919702916349


http://blog.ifm-sei.org


 


Parameter kemiskinan yang digunakan oleh Asian Development Bank (ADB) adalah definisi bahwa miskin penghasilan di bawah 1,25 dollar AS per hari. Berdasarkan data ADB jumlah penduduk miskin di Indonesia, 2010 adalah 43,1 juta jiwa. Dikatakan ADB bahwa penyelesaian masalah kemiskinan di Indonesia lambat jika dibandingkan negara-negara lain di Asia. China dan Vietnam yang tadinya memiliki persentase penduduk miskin lebih besar berhasil menyalip Indonesia, dimana jumlah warga miskin disana turun drastis. ?Seperti ditunjukkan oleh grafik sebagai berikut :


 


13297268352104975218


http://nurlitasagala.blogspot.com


 


Untuk World Bank parameter yang digunakan adalah standar internasional bahwa penduduk miskin adalah mereka yang memiliki pengeluaran per hari U$2 atau kurang menggunakan metode Purchasing Powe Parity (PPP). Selain itu World Bank juga menetapkan klasifikasi penduduk sangat miskin (ekstremely poor) untuk pengeluaran per harinya di bawah US$1. Berdasarkan kriteria tersebut tentunya jumlah kemiskinan versi World Bank juga berbeda.


Berapapun datanya, masalah kemiskinan itu ada di depan mata dan memang harus di tuntaskan, bukan untuk diributkan datanya, karena data ini menjadi berbeda hanya karena versi survey dan parameternya berbeda. Terutama pemerintah jangan sibuk menunjukkan data bahwa kemiskinan berkurang akibat bantuan-bantuan sosial program pemerintah yang ga lepas dari kepentingan politis juga.


Kemiskinan harus diselesaikan secara struktural dan nyata, pure tanpa embel-embel atau maksud politis supaya jumlahnya tidak lagi fluktuatif. Misalnya melindungi pasar dalam negeri, menunjang UKM untuk memicu perluasan lapangan kerja, penerapan pajak progresif supaya kesenjangan antara miskin dan kaya tidak terlalu signifikan, pemerataan pembangunan, dan pendidikan yang bisa diakses semua kalangan, karena kunci paling penting untuk membuat masyarakat lepas dari jerat kemiskinan adalah mencerdaskan dulu kehidupan mereka untuk menuju masyarakat yang lebih sejahtera.


 


 


 


 






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()






agen bola,betting-Data BPS: Kemana Perginya 10 Juta Ton Jagung Itu?















【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】

Data (statistik) haruslah akurat. Perumusan kebijakan akan tumpul. Begitupula dengan pengambilan keputusan, akan keliru jika tidak didasarkan pada data yang akurat.


Terkait akurasi data, sedikit membuat ‘pegal hati’ ketika membaca berita bertajuk “Pengusaha Tak Percaya pada Data Pangan BPS” yang dimuat di harian KOMPAS Kamis lalu (12/04/2012). Sejumlah pengusaha dikabarkan skeptis terhadap akurasi data produksi jagung yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 lalu. Data tersebut dianggap tidak akurat karena kenyataannya tidak konsisten dengan kondisi riil di lapangan.


Diketahui, menurut BPS, produksi jagung dalam bentuk pipilan kering tahun lalu diperkirakan sebesar 17,2 juta ton (ARAM III). Sementara itu, pada saat yang sama, para pelaku industri pakan ternak ternyata harus mengimpor 3,5 juta ton jagung dari manca negara karena sulitnya memperoleh jagung di dalam negeri. Padahal, kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak hanya 6 juta ton.


Pertanyaannya kemudian, kenapa hal ini bisa terjadi? Ke mana perginya kelebihan produksi jagung yang lumayan besar itu (sekitar 10 juta ton)? Tentu akan ada banyak jawaban untuk pertanyaan ini. Dan salah satu jawaban yang cukup mungkin adalah data produksi BPS tidak akurat.


Sebatas indikasi


Sebetulnya, kejanggalan di atas barulah sebatas indikasi untuk menengarai bahwa data produksi jagung pada tahun 2011 lalu ketinggian atau dilebih-lebihkan (overestimate). Dengan lain perkataan, terlalu jauh jika berdasarkan kejanggalan itu kita kemudian menyimpulkan bahwa data BPS tidak akurat dan tak bisa dipercaya. Apalagi sampai menetapkan bahwa tingkat akurasinya hanya 60 persen. Saya kira, dibutuhkan penelisikan lebih dalam untuk memastikan semua itu.


Jika dicermati, angka sebesar 17,2 juta ton sebenarnya merupakan estimasi produksi di lahan pertanian yang tidak memperhitungkan terjadinya susut pasca panen atau kehilangan (loses). Selain itu, penggunaan produksi jagung sebesar 17,2 juta ton itu sebetulnya bukan hanya untuk industri pakan ternak saja. Sebagian tentu ada yang dikonsumsi oleh rumah tangga, digunakan sebagai bibit dan bahan baku industri selain pakan ternak, serta diekspor ke manca negara.


Diketahui, konsumsi jagung penduduk Indonesia mencapai 28,4 kilogram per kapita per tahun (FAO, 2007). Itu artinya, konsumsi jagung seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2011 lalu bisa mencapai 6,8 juta ton: diperoleh dari hasil perkalian antara angka konsumsi per kapita dan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 sebesar 240 juta orang (proyeksi). Ini baru konsumsi rumah tangga, bagaimana dengan penggunaan lainnya?


Selain itu, patut diperhatikan bahwa dari sisi sebaran, angka produksi sebesar 17,2 juta ton sebetulnya merupakan hasil agregasi produksi jagung sebesar 9,1 juta ton di Jawa dan 8,1 juta ton di luar Jawa. Mudah untuk diduga, sebagian besar industri pakan ternak, begitupula dengan kapasitas produksinya, terkonsentrasi di Jawa.


Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), dari 47 industri pakan ternak skala besar yang masih aktif hingga tahun 2008 lalu di Indonesia, 33 di antaranya terdapat di Jawa: Jawa Timur 15 pabrik, Banten 10 pabrik, Jawa Barat 4 pabrik, dan Jakarta 4 pabrik (GPMT, 2008). Patut diduga, impor jagung sebesar 3,5 juta ton tahun lalu (sebagian besarnya) dilakukan oleh perusahan-perusahaan pakan ternak skala besar di Jawa.


Kerena itu, dengan memperhatikan fakta-fakta di atas, saya kira sangat mungkin terjadi: para pelaku industri pakan ternak kesulitan mendapatkan suplai jagung dari dalam negeri sehingga harus mengimpor dari manca negara meskipun pada saat yang sama produksi dalam negeri mencapai 17,2 juta ton. Tanpa harus menyimpulkan bahwa data BPS tidak akurat dan tak bisa dipercaya. Sebagaimana yang dinyatakan dengan begitu berapi-api oleh Ketua Dewan Hortikultura Nasional Tony Kristianto dalam briefing Asosiasi Perusahaan Pertanian dalam rangka pemutakhiran direktori perusahaan pertanian oleh BPS di Jakarta, Rabu (11/4), yang kemudian menginspirasi judul berita di Harian Kompas yang membuat pegal hati itu.


‘Data BPS’


Lebih dari itu, akan lebih sreg kiranya jika kita dapat memahami bagaimana sebenarnya angka produksi jagung selama ini dihitung. Saya kira, ini penting terkait penggunaan kata-kata ‘data BPS’ dalam konteks akurasi angka produksi jagung sebesar 17,2 juta ton yang sedang dipersoalkan.


Sebagaimana angka produksi komoditas pangan lainnya, angka produksi jagung juga diperoleh melalui hasil perkalian antara luas panen dan produktivitas (produksi per hektar). Dalam prakteknya, pengukuran luas panen dilakukan oleh mantri tani, yakni petugas Dinas Pertanian atau dinas-dinas serupa di bawah koordinasi Kementerian Pertanian pada level kecamatan.


Sementara itu, pengukuran produktivitas dilakukan oleh petugas BPS–koordinator statistik kecamatan atau mantri statistik (untuk sampel ganjil)–dan mantri tani (untuk sampel genap). Hasil pengukuran luas panen dan produktivitas kemudian dimasukkan ke dalam sistem data BPS sehingga diperoleh angka produksi yang kemudian dipublikasikan ke khalayak sebagai ‘angka BPS’.


Terlepas bahwa dari sisi metodologi pencuplikan sampel, pengukuran produktivitas selama ini menjadi tanggung jawab BPS. Saya kira, terlihat jelas dan dapat dipahami: kontribusi BPS dalam penghitungan angka produksi jagung sejatinya, kalau boleh dibilang, hanya 25 persen. Oleh karena itu, menjadi kurang sreg sebetulnya jika angka produksi jagung–hasil kerjasaman BPS dan Kementan–sebesar 17,2 juta ton yang dipersoalkan akurasinya itu disebut sebagai ‘data BPS’.


Kemana perginya?


Jika data produksi jagung sebesar 17,2 juta ton itu memang betul menderita overestimate. Mudah untuk diduga, penyebabnya adalah penghitungan luas panen yang jauh dari akurat/overestimate. Selama ini, penghitungan luas panen menggunakan metode pandangan mata (eyeestimate). Tentu sangat sulit untuk mengharapkan data luas panen yang akurat dari metode seperti ini jika tidak dilakukan oleh mereka yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, potensi moral hazard juga bisa terjadi: data luas panen dikerjakan di atas meja.


Ditengarai, salah satu penyebab data luas panen jagung yang dilaporkan mantri tani menderita overestimate adalah diikutkannya laus panen tanaman jagung yang dipanen muda (bukan pipilan kering) dan digunakan untuk hijauan pakan ternak, yang jumlahnya cukup besar, ke dalam pelaporan laus panen per bulan. Saat ini, tidak sedikit petani yang memilih untuk memanen jagungnya saat umur muda karena lebih menguntungkan secara ekonomi. Ini banyak terjadi di sejumlah sentra produksi jagung nasional, Jawa Barat, misalnya.(*)


Pendapat pribadi






starfe 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣()

Blog Stats
⚠️

成人內容提醒

本部落格內容僅限年滿十八歲者瀏覽。
若您未滿十八歲,請立即離開。

已滿十八歲者,亦請勿將內容提供給未成年人士。